"Kami sangat mendukung berdirinya fakultas kedokteran di kampus-kampus Muhammadiyah, terutama di UNISA Yogyakarta. Ini adalah langkah strategis untuk mencetak dokter-dokter berkualitas," ujar Menkes.
Baca Juga: Kunker di Tidore, Wakapolda Maluku Utara Tekankan Netralitas dan Pengamanan Pilkada Serentak 2024
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut memberikan pandangan terkait peran Muhammadiyah dalam pendidikan dan kesehatan.
Ia menegaskan bahwa gerakan Muhammadiyah sejak awal berdirinya didasari oleh etos kemajuan dan kebermanfaatan yang diajarkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
"Gerakan kesehatan, sosial, dan pendidikan Muhammadiyah berasal dari etos al-ma’un (kebermanfaatan) yang diterjemahkan ke dalam sistem rumah sakit, pelayanan sosial, dan pendidikan. Semua ini adalah bagian dari interpretasi ajaran Islam yang mendorong manusia untuk mencari ilmu dan maju," jelas Haedar Nashir.
Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menkes Budi atas dukungan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Ia juga mengumumkan bahwa izin operasional Fakultas Kedokteran UNISA Yogyakarta telah resmi diperoleh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 23 Juli 2024.
Baca Juga: HSSE Demo Room PT KPI Kilang Dumai: Potret Budaya HSSE yang Sukses Raih Predikat Terbaik 2023
"Kami sangat berterima kasih kepada Kemenkes atas dukungan yang telah diberikan. Fakultas Kedokteran UNISA Yogyakarta siap berkontribusi dalam mencetak tenaga medis yang berkualitas untuk Indonesia," ujar Warsiti.