RIAUMAKMUR.COM - PT Pertamina (Persero) melakukan sosialisasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2024 di Sorong sekaligus memaparkan berbagai bisnisnya yang terintegrasi dari hulu hingga hilir yang beroperasi di Tanah Papua.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan operasional bisnis Pertamina di Tanah Papua cukup lengkap baik di hulu migas, pengolahan, hilir, termasuk penyediaan jaringan gas bumi. Bahkan, Pertamina juga memiliki jaringan rumah sakit yang melayani kesehatan masyarakat Papua.
“Pertamina terus meningkatkan operasional bisnisnya di Kawasan Timur Indonesia untuk meningkatkan ketahanan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Papua dan Maluku,” ujar Fadjar pada Sabtu (14/9/2024).
Hadir dalam sosialisasi itu, berbagai entitas grup Pertamina yang berada di wilayah Papua, di antaranya Pertamina EP Papua Field, RU VII Kasim, Pertamina Patra Niaga Regional Maluku – Papua, PT Perusahaan Gas Negara Kawasan Timur Indonesia dan RS Pertamina Sorong.
Assistant Manager Papua Well Services PT Pertamina EP, Deni Kurniawan mengatakan Pertamina EP Papua Field mengelola 4 lapangan migas yakni Lapangan Klamono, Salawati, Sele-Linda dan Unitisasi Wakamuk untuk menopang ketahanan energi di Papua.
“Produksi migas dari lapangan yang dikelola Pertamina EP kemudian disalurkan dan diolah di Kilang Kasim menjadi produk-produk unggulan,” ujar Deni.
Baca Juga: Sumbang Emas Ketiga Biliar, Sumut Optimis Juara Umum
Area Manager Comm, Rel, CSR, & Comp RU VII Kasim, Ferdy Saputra menambahkan, Kilang Kasim merupakan kilang pengolahan minyak satu-satunya di Indonesia Timur.
“Kapasitas Kilang Kasim mencapai 10 ribu barel per hari dengan produk utamanya Pertalite, Biosolar B35 dan LSFO,” ujar Ferdy.
Produk Kilang Kasim, lanjut Ferdy, didistribusikan ke tujuh Depot yakni Sorong, Biak, Serui Jayapura, Wayame, Manokwari, dan Tual.
Baca Juga: Personel Polres Langkat Jalani Tes Psikologi
“Kilang Kasim menerapkan teknologi bersih dengan menggunakan gas sebagai bahan bakar utama,” imbuh Ferdy.
Area Manager Comm, Rel, & CSR Papua-Maluku PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Edi Mangun mengatakan untuk mendistribusikan energi di Papua dan Maluka, PPN memiliki infrastruktur distribusi energi meliputi 20 terminal, 1 Jobber dan 12 Aviation Fuel Terminal (AFT). Selain itu terdapat 476 SPBU transportasi darat, 162 SPBU transportasi air dan 15 SPBU transportasi udara.
“Distribusi BBM di Papua dan Maluku menggunakan beragam moda transportasi, baik darat, laut atau sungai dan ada juga yang menggunakan pesawat khusus pengangkut BBM,” kata Edi.