Baca Juga: Mudahkan Layanan Pengukuran, Disperindag Sleman Luncurkan Aplikasi SIMPELOMAS
Kepala SMP Strada Slamet Riyadi Kota Tangerang, Lusia Yefin Bertiana Winarno, menjelaskan bahwa sekolahnya telah mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dan perubahan iklim ke dalam kegiatan sehari-hari. “Kami memasukkan topik perubahan iklim ke beberapa mata pelajaran seperti IPA, IPS, seni, dan matematika. Dengan menggunakan Kurikulum Merdeka, guru didorong untuk berinovasi, termasuk melalui proyek berbasis lingkungan seperti pengolahan sampah dan pengamatan tanaman di sekolah,” katanya.
Lusia juga menyebutkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan pramuka turut melibatkan siswa dalam proyek lingkungan, seperti penanaman pohon, daur ulang sampah, dan pembuatan hand sanitizer berbasis tanaman.
Dengan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, diharapkan pendidikan perubahan iklim dapat menjadi gerakan bersama yang tidak hanya berdasarkan instruksi, tetapi juga karena manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi generasi mendatang.