RIAUMAKMUR.COM - Fenomena pasang air laut yang diakibatkan fase Supermoon mengakibatkan banjir pesisir atau rob di Jakarta bagian Utara.
Informasi terkini yang diperoleh dari BPBD Jakarta, hingga Senin pukul 18:30 WIB, tercatat masih ada tiga RT yang tergenang banjir.
"BPBD mencatat genangan saat ini masih terjadi pada tiga RT di Kelurahan Pluit, atau 0,09 persen dari 30.772 RT di wilayah DKI Jakarta," kata Kepala Pusdatin BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, kepada Pro 3 RRI, Senin (18/11/2024) malam.
Yohan menjelaskan, banjir rob terjadi sejak Senin (18/11/2024) pagi sekitar pulul 08.00 WIB. Pada siang harinya, Pj Gubernur bersama Sekda DKI Jakarta, BPBD, dan berbagai unsur lainnya langsung datang ke lokasi.
"Banjir rob ini sudah diprediksi akan terjadi di kisaran tanggal 14 sampai 20 November," ujarnya.
Yohan mengatakan, banjir rob yang terjadi pada Senin pagi ketinggian airnya tidak terlalu parah, hanya di kisaran antara 15 sampai 40 cm. "Banjir kali ini bisa dikatakan cepat surut. Sebelumnya, ada lima RT yang tergenang, dan malam ini tinggal tiga RT," kata Yohan.
Baca Juga: Batas Akhir LPPDK: Paslon Diminta Patuhi Aturan Dana Kampanye Pilkada
Ia menambahkan, sejauh ini tidak ada warga yang mengungsi. Meski demikian, BPBD menyiagakan petugas dan disiapkan perahu karet guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu perlu dilakukan evakuasi warga.
"Berdasarkan informasi BMKG tentang adanya potensi banjir rob, personel sudah kami siapkan jauh hari sebelum datangnya banjir, dan berkolaborasi dengan dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air," ujarnya.
Selain itu, aparatur Kelurahan, Petugas PPSU, Satpol PP juga melibatkan RT dan RW, juga sudah memetakan daerah yang rawan banjir rob dan melakukan mitigasi.
Yohan mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dan terus memantau berita dari sumber yang jelas kebenarannya. Seperti BMKG, website resmi, atau media sosial resmi BPBD DKI Jakarta," ujarnya.