RIAUMAKMUR.COM - PLN ULP Lumajang tidak hanya melakukan pemeliharaan rutin terhadap jaringan listrik, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan dan kewaspadaan terhadap bahaya listrik.
Sebagai bagian dari upaya ini, PLN menggelar sesi edukasi mengenai keamanan listrik untuk masyarakat.
Dalam Talkshow Program Siar Jelita di LPPL Radio Suara Lumajang pada Rabu (20/11/2024), Trisna Putra, seorang pegawai PLN Lumajang, memberikan informasi mengenai langkah-langkah preventif yang perlu diambil untuk menghindari bahaya listrik.
Baca Juga: Angka Melek Huruf Jadi Kunci, Begini Cara Dindikbud Lumajang Ubah Masa Depan Pendidikan
Melalui edukasi ini, PLN berharap masyarakat lebih paham tentang risiko yang dapat ditimbulkan akibat kelalaian dalam berinteraksi dengan jaringan listrik.
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kecelakaan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya listrik di kalangan masyarakat.
"Kami menghimbau masyarakat agar tidak bermain layang-layang dekat tiang atau kabel listrik dan menghindari pembangunan atau perbaikan bangunan yang terlalu dekat dengan jaringan listrik," ujar Trisna.
Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak menumpuk stop kontak karena dapat berisiko menyebabkan kebakaran atau korsleting.
Baca Juga: Rawat Rumah Digital Anda untuk Hindari Risiko Peretasan dan Pencurian Identitas
"Selain itu, hindari beraktivitas di sekitar gardu listrik dan pastikan untuk tidak membuka panel gardu listrik. Jaga jarak dengan fasilitas listrik untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal," tambah Trisna.
PLN Lumajang berharap bahwa melalui pemeliharaan yang dilakukan serta edukasi ini, masyarakat akan semakin menyadari pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jaringan listrik.
Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman dan dapat terhindar dari bahaya listrik yang bisa membahayakan nyawa.
“Edukasi seperti ini adalah langkah preventif yang sangat penting dalam membangun kesadaran bersama di masyarakat untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelalaian dalam penggunaan listrik,” tutup Trisna.