RIAUMAKMUR.COM - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh), Yudi Noviandi, membuka webinar bertajuk "Kolaborasi dalam Mengendalikan AMR: Waktunya Bertindak Sekarang" pada Kamis (21/11/2024).
Kegiatan yang diikuti oleh 138 orang peserta ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom, melibatkan tenaga kesehatan, akademisi, hingga penggiat sektor peternakan dan perikanan, sebagai upaya bersama dalam pengendalian resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance atau AMR).
Webinar dimulai dengan paparan dari Imron Suandy, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, yang menjelaskan bahwa AMR meningkatkan risiko kegagalan pengobatan dan kematian, terutama di Asia.
Baca Juga: KemenPPPA Minta Pemda Jalankan Layanan Terpadu Korban Kekerasan
“Perlu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang AMR, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat,” ujar Imron.
Selanjutnya, Muhammad Daud, perwakilan DKP Aceh, memaparkan hasil pemantauan residu antibiotik pada 305 sampel biota perikanan budidaya selama 2023–2024.
“Hingga kini, tidak ditemukan penggunaan antibiotik yang melanggar aturan pada sektor perikanan budidaya,” jelasnya.
Baca Juga: Polisi Pastikan Situasi Aman di Seluruh Posko Pengungsian Erupsi Lewotobi
Dalam sesi berikutnya, Ruhaty, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Aceh, menyoroti tantangan penggunaan antibiotik pada hewan ternak, termasuk penyalahgunaan dan pencemaran lingkungan.
Menanggapi hal ini, Yudi Noviandi menegaskan pentingnya pendekatan One Health, yaitu pendekatan terpadu untuk menyeimbangkan hubungan antara manusia, hewan, dan ekosistem.
“Pendekatan ini mengoptimalkan kesehatan secara menyeluruh dengan sinergi lintas sektor,” tambah Yudi.
Baca Juga: Bawaslu Ingatkan Peserta Pilkada Tidak Lakukan Politik Uang
Pakar Mikrobiologi Medik dari IPB, Agustin Indrawati, memperkuat diskusi dengan menjelaskan strategi optimalisasi penggunaan antimikroba pada hewan melalui One Health.
“Implementasi strategi yang berbasis bukti dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan menghadapi tantangan AMR,” jelasnya.
Webinar yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen BPOM Aceh untuk terus menggalakkan kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan AMR.