RIAUMAKMUR.COM - Analis Pasar Saham, Kevin Juido Hutabarat menyebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang berbalik menguat (rebound). IHSG terpantau berada di zona merah, turun 0,37 persen ke level 7.215, saat pembukaan perdagangan, Kamis (28/11/2024).
"Melihat pergerakkan IHSG kemarin, BNI Sekuritas memproyeksikan hari ini IHSG masih ada ruang rebound. Level resist IHSG diperkirakan bergerak antara 7.265-7.303, sedangkan level support di rentang 7.213-7.170," katanya.
Indeks harga saham Amerika Serikat melemah pada Rabu pekan ini. Sementara, indeks harga saham di Asia-Pasifik ditutup beragam.
Baca Juga: Menteri PPPA Dorong Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta
"Indeks-indeks Wall Street melemah menjelang libur Thanksgiving. S&P 500 turun 0,38 persen, Nasdaq Composite melemah 0,6 persen, Dow Jones Industrial Average melemah 0,31 persen," ujarnya.
Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas ini menekankan, kinerja saham teknologi menjadi salah satu faktor utama penurunan pasar. Saham Nvidia turun lebih dari 1 persen, Meta Platforms juga melemah 0,8 persen.
Ia melihat tekanan lebih terjadi pada saham teknologi Dell dan HP, lebih dari 12 persen dan 11 persen. Pelemahan terjadi setelah kedua perusahaan itu memberikan petunjuk pendapatan yang lemah.
Baca Juga: Gunung Ruang Alami Puluhan Kali Gempa Vulkanik
"Pelemahan pasar juga bertepatan dengan rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE). Pada Oktober, PCE naik 0,2 persen secara bulanan dan 2,3 persen secara tahunan sesuai dengan ekspektasi," ucapnya.
Bursa saham Asia ditutup beragam, investor menunggu data ekonomi Australia dan Tiongkok. Laba industri di Tiongkok turun 10 persen pada Oktober 2024, dibandingkan tahun lalu.
Data inflasi dari Australia menunjukkan IHK bulanan naik 2,1 persen pada Oktober. Adapun inflasi tahunan di bawah perkiraan sebesar 2,3 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 2,32 persen, CSI 300 Tiongkok menguat 1,74 persen. Indeks ASX 200 Australia naik 0,56 persen, indeks Nikkei 225 melemah 0,8 persen, Kospi Korea turun 0,69 persen.