​Menteri PPPA Dorong Kepemimpinan Perempuan di Sektor Swasta

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Kamis, 28 November 2024 | 11:30 WIB
Menteri PPPA, Arifah Fauzi. (Humas KemenPPPA)
Menteri PPPA, Arifah Fauzi. (Humas KemenPPPA)

RIAUMAKMUR.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi mendorong partisipasi perempuan untuk mengisi posisi strategis pada sektor swasta.

Arifah menyampaikan kepemimpinan perempuan sangat  penting dalam pengambilan kebijakan yang berperspektif gender.

“Sesuai arahan Presiden dalam Astacita ke-4 ditegaskan tentang penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Di bidang sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender serta peningkatan peran perempuan, pemuda dan disabilitas," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (27/11/2024).

Baca Juga: Sambangi Kementrian Kelautan, Menteri P2MI Awasi Pekerja Perikanan

Dia menyebut hampir setengah dari penduduk Indonesia adalah perempuan, dan sekitar 70 persen berada pada usia kerja. Dampak positif akan didapatkan dalam pembangunan jika para perempuan diberdayakan secara maksimal.

Lebih lanjut, pihaknya telah berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga, dunia usaha hingga masyarakat sipil dalam mendorong nilai-nilai kesetaraan gender. Ia meminta agar perusahaan memperhatikan hal-hal yang menghalangi promosi perempuan di perusahaan, khususnya akses perempuan ke tingkat senior.

"Perusahaan harus memiliki kebijakan dalam perekrutan, promosi, serta memastikan bahwa karyawan perempuan yang berkualitas diberikan kesempatan untuk duduk dalam posisi tingkat senior di organisasi. Perusahaan juga hendaknya memberikan pendampingan bagi perempuan agar sukses dalam karier dan keluarga,” kata Menteri PPPA.

Baca Juga: Mentan Tindak Tegas Perusahaan Pupuk Rugikan Petani

Arifah berharap sektor swasta ikut serta meningkatkan jumlah karyawan perempuan. Khususnya di level pimpinan tinggi yang dapat menentukan pengambilan keputusan pada masing-masing perusahaan.

Di samping itu, Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah menyampaikan upaya pemberdayaan telah dilakukan, melalui pembentukan Srikandi PLN. Ini mendorong karyawan perempuan untuk mengisi jabatan strategis di perusahaan dengan menciptakan sistem manajemen berperspektif gender.

“PLN memiliki statement corporate intent yang ditandatangani oleh direktur utama dan memuat policy tentang gender mainstreaming. Dari situ diturunkan ke kebijakan strategis sustainability policy yang berbicara tentang diversity, equity, inclusion, ESG, environmental, social governance," ujar Chairani.

Baca Juga: Kementan Nonaktifkan 11 Pegawai yang Terlibat Penyelewengan Pupuk

Sementara itu, Vice President Corporate Communications Freeport Indonesia, Katri Krisnati menyampaikan bahwa sektor tambang masih banyak didominasi laki-laki. Karenanya, upaya inklusivitas dan diversitas terus didorong agar perempuan dapat menerima kesempatan yang sama untuk bekerja di sektor tambang.

“Memang tantangannya banyak pekerjaan fisik, tapi kita terus menerapkan inclusivity dan diversity dengan merekrut perempuan dan memberi kesempatan pada masyarakat Papua. Persentase jumlah perempuan di Freeport masih dua ribu dari 30 puluh ribu karyawan, jadi masih cukup sedikit," kata Katri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X