berita

Rumah Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi di Cianjur Bertambah

Senin, 16 Desember 2024 | 17:00 WIB
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meninjau lokasi tanah bergerak di Cianjur, Senin (29/4/2024). (ANTARA)

RIAUMAKMUR.COM - Jumlah rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi di Cianjur Selatan bertambah menjadi 3.098 unit. Dan membuat 1.309 kepala keluarga (KK) terdiri dari 4.061 jiwa mengungsi. ​

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengatakan data terbaru pengungsi yang jumlahnya bertambah di 14 kecamatan terdampak. Seiring curah hujan yang masih tinggi serta pergerakan tanah yang terus meluas.

"Pengungsi tersebar di 14 kecamatan, Agrabinta, Campaka, Campakamulya, Cibinong, Cijati, Cikadu, Kadupandak, Leles.

Baca Juga: BSN Dukung Program Makan Bergizi Gratis dengan Tetapkan SNI 3141:2024 Susu Mentah -Sapi

Lalu Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Takokak, dan Tanggeung," kata Asep dalam keterangannya, Minggu (15/12/2024). 

Pihaknya juga mencatat untuk sementara sekitar 3.098 unit rumah rusak terdampak bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah.

Ini yang terjadi dengan rincian 701 rumah rusak berat, 835 rumah rusak sedang, dan 1.562 rumah rusak ringan.

Baca Juga: Kemenekraf Perkuat Pengembangan Ekonomi Kreatif Merauke Papua Selatan

Hingga saat ini, kata Asep, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Cianjur masih terus mendata rumah terdampak bencana. Sehingga kemungkinan jumlah rumah rusak akan terus bertambah tersebar di belasan kecamatan.

"Pendataan dilakukan terkait bantuan stimulan dari pusat. Nanti akan diverifikasi ulang sebelum diajukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujarnya. 

Pihaknya juga mendata sejumlah infrastruktur terdampak seperti 358 titik jalan, 67 saluran irigasi, dan 47 jembatan rusak. Serta fasilitas umum yang rusak seperti 81 tempat ibadah, 5 fasilitas kesehatan, dan 54 fasilitas pendidikan.

Baca Juga: Indonesia-Amerika Mitra Strategis Majukan Demokrasi dan Kemakmuran

"Kami akan terus memperbaiki data dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di Cianjur. Dengan harapan bantuan segera turun dan masyarakat terdampak dapat kembali ke rumah," ucapnya. 

Terkait Tanggap Darurat, pergerakan tanah yang masih berjalan, pihaknya sudah mendirikan dapur umur di 14 kecamatan.

Termasuk mendirikan gudang logistik di Kecamatan Sukanagara guna memudahkan pendistribusian logistik ke lokasi pengungsian.

Halaman:

Tags

Terkini