berita

Digital Farming Bantu Petani Rokan Hilir Panen Lebih Banyak: Dari 6,5 Ton Jadi 8,5 Ton

Rabu, 26 Februari 2025 | 15:28 WIB
BI dan Pemprov Riau panen raya di Rohil.

RIAUMAKMUR.COM - Teknologi pertanian terus berkembang, membawa dampak nyata bagi produktivitas petani.

Salah satunya terlihat di Desa Mukti Jaya, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, di mana penerapan digital farming berhasil meningkatkan produksi padi dari 6,5 ton menjadi 8,5 ton per hektar, atau naik sekitar 20%.

Peningkatan ini terungkap dalam panen raya Gapoktan Mukti Jaya yang digelar Selasa (25/2/2025).

Baca Juga: BI: Digital Farming Dongkrak Produksi Cabai Merah di Kampar, Hasil Panen Naik hingga 2,6 Kg per Pohon

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Panji Achmad, Asisten II Sekda Provinsi Riau M. Job Kurniawan, Asisten II Sekda Kabupaten Rokan Hilir Muhammad Nur Hidayat, serta perwakilan dari BPS Riau dan BPPMDDTT Pekanbaru.

Kepala Perwakilan BI Riau, Panji Achmad, menegaskan bahwa penerapan digital farming di Gapoktan Mukti Jaya merupakan bagian dari program pengembangan klaster padi yang diinisiasi sejak 2023.

"Teknologi digital farming yang diterapkan di Gapoktan Mukti Jaya mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 20%. Hal ini tentu menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan stok beras dan menekan inflasi pangan di Riau," ungkap Panji.

Ketua Gapoktan Mukti Jaya, Harianto, menjelaskan bahwa metode digital farming yang diterapkan meliputi penggunaan sensor tanah, sistem irigasi otomatis, serta pemantauan pertumbuhan tanaman berbasis data.

"Sebelum menggunakan sistem ini, produksi padi kami hanya sekitar 6,5 ton per hektar. Sekarang, dengan digital farming, hasilnya meningkat menjadi 8,5 ton per hektar. Ini pencapaian luar biasa bagi kami," ujar Harianto.

Baca Juga: BI Riau Fasilitasi UMKM Naik Kelas Lewat Kerja Sama dengan Buyer Malaysia

Namun, meskipun hasil panen meningkat, Harianto menyebutkan bahwa akses infrastruktur masih menjadi tantangan bagi petani.

"Kami berharap dukungan dari pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, untuk perbaikan jalan di sekitar lahan sawah. Ini penting agar distribusi hasil panen lebih lancar," tambahnya.

Sementara itu, Asisten II Sekda Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.

"Pemprov Riau melalui TPID dan BI terus mendorong inovasi pertanian agar produksi pangan meningkat. Kami juga telah membentuk BUMD PD Riau Pangan Bertuah untuk menjaga stabilitas stok dan harga beras," jelasnya.

Di sisi lain, Asisten II Sekda Kabupaten Rokan Hilir, Muhammad Nur Hidayat, menyatakan bahwa Pemkab Rokan Hilir siap menjadi sentra produksi beras di Riau.

Halaman:

Tags

Terkini