RIAUMAKMUR.COM – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, memastikan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Indonesia pada triwulan I tahun 2025 tetap terjaga, meski dunia tengah dihantui ketidakpastian akibat kebijakan tarif 32 persen resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar secara virtual pada Kamis, 24 April 2025, Sri Mulyani menyebut dinamika global saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi perang dagang akibat kebijakan tarif dari pemerintahan Trump.
“Ketidakpastian tersebut terutama dipicu oleh dinamika terkait kebijakan tarif dari pemerintah AS dan memunculkan eskalasi perang dagang,” ujarnya.
Baca Juga: Tanpa Dubes di Washington, RI Tetap Siapkan Jurus Negosiasi Hadapi Tarif 32 Persen Trump
Sri Mulyani menyoroti bahwa kebijakan tarif balasan tersebut bukan hanya memicu ketidakpastian di pasar keuangan global, tapi juga berdampak terhadap tata kelola perdagangan dan investasi antarnegara.
Akibat meningkatnya risiko global, lanjutnya, terjadi pergeseran aliran modal dari AS ke aset-aset yang dianggap aman, seperti instrumen keuangan di Eropa dan Jepang, serta komoditas emas.
Sementara itu, negara-negara berkembang mengalami tekanan akibat keluarnya aliran modal, termasuk tekanan terhadap nilai tukar mata uang mereka.
Baca Juga: Ajakan China Ditolak Mentah-mentah! Australia Pilih Jaga Jarak di Tengah Perang Dagang Trump
“Kebijakan tarif resiprokal oleh AS juga menimbulkan dampak nyata dalam bentuk gangguan pada rantai pasok,” terang Menkeu.
Ia menambahkan, ketidakpastian perdagangan dan investasi, serta memburuknya sentimen pelaku usaha, menjadi tantangan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi global.
Kendati demikian, Sri Mulyani menegaskan bahwa sistem keuangan Indonesia masih dalam kondisi stabil dan terkendali, berkat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.