berita

Penjelasan Mitos Kunto Bimo, Momen Presiden Macron Menyentuh Arca Buddha di Stupa saat Kunjungan ke Candi Borobudur

Sabtu, 31 Mei 2025 | 15:55 WIB
Potret momen Presiden Macron di Candi Borobudur bersama Presiden Prabowo. (Kolase Instagram/prabowo - emmanuelmacron)

RIAUMAKMUR.COM - Presiden Prabowo ikut mendampingi Presiden Macron dalam kunjungannya ke Candi Borobudur pada Kamis, 29 Mei 2025.

Kunjungan ke Candi Borobudur itu dalam rangkaian agenda ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.

Saat berada di Candi Borobudur, Macron mengungkapkan kekagumannya pada salah satu warisan budaya tersebut.

Dikatakan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Macron menikmati kunjungannya ke Candi Borobudur.

“Beliau sangat impressed sekali dengan Candi Borobudur,” ujar Menbud Fadli Zon kepada awak media di kawasan Candi Borobudur pada Kamis, 29 Mei 2025.

“Dia (Presiden Macron) berkeliling, bertemu juga dengan biksu-biksu dan bante-bante di atas, ngobrol dengan mereka dan sangat menikmati ya kunjungan beliau, kata beliau ini terlalu singkat gitu ya,” imbuhnya.

Fadli Zon juga menyatakan bahwa Macron sempat mencoba untuk menggapai arca Buddha yang ada di dalam salah satu stupa.

“Sangat menghargai, tadi sama Presiden Prabowo di atas, melihat relief dan mencoba untuk menggapai patung Buddha di dalam salah satu stupa,” tambahnya.

Aksi Macron yang mencoba untuk menggapai arca Buddha itu disebut dengan Kunto Bimo.

Kunto Bimo merupakan mitos yang dipercaya di mana siapa yang berhasil merogoh dan menyentuh arca di stupa, maka ia akan mendapatkan keberuntungan.

Dalam mitos yang beredar, bagi pengunjung pria harus menyentuh jari manis atau jari kelingking dan pengunjung wanita menyentuh bagian telapak kaki atau tumit.

Sedangkan nama Kunto Bimo sendiri berasal dari bahasa jawa, yaitu Kunto dari ngenta-ento yang berarti permintaan-mendapatkan dan Bimo dari nama tokoh Pandawa Lima dari cerita Mahabarata.

Meski terkenal, mitos Kunto Bimo menurut arkeolog Soekmono yang memimpin pemugaran Candi Borobudur mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak ada dalam ajaran agama Buddha.***

Tags

Terkini