berita

Biografi Syahrial, Wakil Ketua DPRD Bengkalis yang Pernah Jualan Ikan dan Menambang Pasir

Kamis, 13 April 2023 | 21:34 WIB
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syahrial.

 

PEKANBARU - Kesuksesan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syahrial, di bidang politik tak terlepas dari perjuangan hidupnya sejak masih kanak-kanak.

Terlahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sulit, membuat Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis ini harus kehilangan waktu bermainnya di masa kecil. Syahrial harus membantu ekonomi keluarganya.

Syahrial yang kita menjadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Bengkalis ini bercerita, dia terlahir dari keluarga sederhana dengan lima orang anak. Dia sendiri merupakan anak kedua dari lima bersaudara.

Baca Juga: Koalisi Besar di Pilpres 2024 Dapat Respon Positif, Golkar: Rakyat Ingin Kesatuan dan Persatuan

Di usianya yang masih kecil, Syahrial harus bekerja karena saat itu dia sudah memiliki dua orang adik perempuan dan satu orang laki-laki yang masih sangat kecil.

Syahrial saat menandatangani kesepakatan dengan Bupati Bengkalis.


Kehidupan keluarga tujuh beranak ini hanya mengharapkan penghasilan dari sang ibu yang bekerja sebagai penjual lontong di Pelabuhan, dan sang ayah yang menggantungkan hidup dengan menangkap ikan di Kecamatan Rupat.

Tentunya, penghasilan orang tua yang serba pas-pasan tidak mampu mencukupi kebutuhan Syahrial dan keluarganya, sehingga Syahrial kecil harus bekerja membantu orang tua di usianya yang masih sangat belia.

Baca Juga: Ingin Berbuat Lebih Banyak, Ida Yulita Susanti Minta Restu Untuk 'Naik Kelas' ke DPRD Provinsi Riau


Menginjak masa SMP, politisi yang kerap disapa Cik Syahrial ini sudah harus berladang (ke sawah), turunnya dia ke ladang bukan sekedar menemani orang tua saja, tapi ia sudah benar-benar bekerja membantu sang ibu. Kadang ia juga pergi memetik kopi bersama orang tuanya.

Syahrial juga tak malu berkeliling kampung untuk menjual ikan hasil tangkapan ayahnya. Bahkan, dia juga sering menambang pasir ketika pulang sekolah. Rutinitas Syahrial tentunya bukan rutinitas yang biasa dilakukan anak-anak seusianya.

Saat teman seusianya memiliki banyak waktu untuk bermain, Syahrial harus membanting tulang membantu keluarganya. Tapi kesadaran akan tanggungjawab sebagai anak laki-laki paling besar, membuat dia kuat menjalani aktivitas itu.

Perjuangan keras di masa mudanya ini ternyata membuat jiwa enterpreneur mendarah daging dalam diri pria kelahiran 1 Juli ini.

Meskipun waktunya habis untuk bekerja, Syahrial tak pernah mengenyampingkan kewajibannya dalam belajar. Buktinya, sejak SD ia selalu meraih prestasi juara umum se-kecamatan Rupat, bahkan saat SMP, ia sudah mewakili Kabupaten Bengkalis dalam lomba cerdas cermat tingkat Provinsi Riau.

Memasuki masa SMA, Syahrial meminta restu orang tuanya untuk bersekolah di Sekolah Teknik Menengah (STM) Dumai. Disanalah, ia mulai belajar organisasi dan diberi amanah sebagai Sekretaris OSIS. 

Tak hanya itu, ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Bengkalis. Organisasi yang berperan dalam membentuk karakter disiplinnya hingga hari ini.

Syahrial saat masih menjadi Anggota Pramuka.


Meski disibukkan dengan aktivitas organisasi, Syahrial masih bisa meluangkan waktu untuk bekerja serabutan agar tak membebani orang tuanya di kampung. Dan setiap minggunya, ia selalu menyempatkan diri pulang ke Rupat untuk bekerja sebagai tukang bongkar muat pasir.

"Jadi, walaupun saya sekolah di Dumai. Saya masih sering pulang untuk membantu ekonomi keluarga karena saya anak laki-laki pertama," ceritanya, beberapa waktu lalu.

Tamat dari STM di Dumai, Syahrial kemudian memperjauh rantaunya, yakni ke Pekanbaru untuk berkuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Tepatnya, di Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).

Kemampuan daya kritis Syahrial langsung berkembang pesat di masa perkuliahan, dia lantang menyuarakan setiap isu yang berkembang di masyarakat dan mahasiswa.

Hingga akhirnya ia dipercaya menjadi Wakil Ketua BEM Saintek. Disamping itu, ia juga menjadi Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB). Syahrial selalu berada di garis terdepan menyampaikan aspirasi Mahasiswa dari Bengkalis yang ada di Pekanbaru.

"Waktu itu saya masih ingat Ketua BEM UIN-nya, Repol. Yang sekarang menjadi Ketua DPD II Golkar Kampar dan juga Wakil Ketua DPRD Kampar," ulasnya.

Disamping menjadi aktivis, Syahrial lagi-lagi harus mencari pekerjaan yang membuatnya tidak putus kuliah di tengah jalan. Berbagai pekerjaan ia jalani, waktu itu Syahrial bahkan sudah memanfaatkan ilmu yang didapatnya dari perkuliahan dengan menjadi software developer.

Usai menamatkan perkuliahan, Syahrial kemudian menjadi salah satu tenaga pengajar di SMP Islam Terpadu (IT) di Pekanbaru. Setahun mengajar, ia memberanikan diri mempersunting gadis bernama Julia Roslin. 


Menikah, Balik ke Kampung dan Menjadi Kader Golkar


Bersama Julia Roslin, kini Syahrial sekarang sudah dikaruniai dua orang putra.

Pasca menikah, Syahrial kembali ke kampungnya di Rupat. Disana, ia meninggalkan profesi tenaga pengajarnya dan beralih profesi sebagai pengusaha fotokopi. 

Syahrial bersama keluarga kecilnya.


Meski pulang kampung, jiwa organisatoris Syahrial masih melekat kuat dalam jiwanya. Ia menyibukkan diri dalam organisasi kepemudaan, hingga pada tahun 2006 ia dipercaya sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Rupat.

Menjadi Ketua KNPI Rupat, Syahrial mulai melebarkan sayap ke organisasi lainnya, yakni Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong  (MKGR). MKGR merupakan salah satu organisasi induk yang menjadi cikal bakal lahirnya Partai Golkar. Ia menjadi Ketua pada tahun 2008.

Golkar sebenarnya bukan organisasi yang asing baginya. Pasalnya, ayah Syahrial merupakan anggota Kelompok Kerja (Pokar) Golkar yang berada di tingkat RT/RW.

Pokar merupakan penggerak di bagian level terbawah partai Golkar kala itu. Karena banyak kegiatan seperti rapat-rapat yang dilakukan dirumahnya , ideologi Golkar benar-benar mengakar dalam diri Syahrial.

Syahrial saat mengikuti rapat di Partai Golkar.


Ditambah lagi, ketika masih menjadi mahasiswa ia sudah berada di lingkungan dan dibina langsung oleh orang-orang yang garis perjuangannya terafisiliasi ke Partai Golkar. 

Makanya, Syahrial benar-benar tumbuh besar dan berkembang dalam lingkungan Golkar sampai pada karir politiknya saat ini.

Tahun 2010, Syahrial mulai terjun ke Partai Golkar dan langsung diberi jabatan strategis. Yakni, Wakil Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan. Karirnya menanjak saat Golkar Bengkalis dipimpin oleh Indra Gunawan Eet.

Tepatnya tahun 2012, saat Indra Gunawan Eet menjabat Ketua DPD II Golkar Bengkalis, Syahrial diajak Eet menjadi orang nomor dua di Golkar Bengkalis dengan menjabat sebagai Sekretaris DPD II Golkar Bengkalis.

"Sejak itu, saya jadi Sekretaris Golkar Bengkalis sampai 2020, karena 2016 Engah Eet kembali menjabat Ketua DPD II Golkar Bengkalis," ujarnya.


Menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis

Berkat kemampuan organisatoris dan sepak terjangnya di tengah masyarakat, Syahrial kemudian memberanikan diri maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Bengkalis 2014 dan berhasil menjadi Wakil Rakyat.

Ia melanjutkan karir legislatifnya di DPRD Bengkalis dengan mencalonkan diri kembali di Pileg 2019 dan lagi-lagi ia diberi amanah oleh masyarakat Kecamatan Rupat.

Kini, Syahrial diamanahkan jabatan Ketua DPD II Golkar Bengkalis, karena Ketua DPD II Golkar Bengkalis sebelumnya, Indra Gunawan Eet sudah menjadi Sekretaris DPD I Golkar Riau.

Syahrial sendiri didukung oleh 10 Pengurus Kecamatan (PK) dari total 11 PK yang ada di Bengkalis. Dia juga didukung oleh Organisasi yang mendirikan dan didirikan Golkar, ditambah juga organisasi sayap Golkar, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Pemilihannya aklamasi.

Saat inipun, di luar organisasi politik, Syahrial juga masih aktif di berbagai perkumpulan, sebut saja Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Bengkalis, Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Bengkalis dan  Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Provinsi Riau tahun 2019-2023.***

Tags

Terkini