RIAUMAKMUR.COM - Bukan hanya karena ditetapkan tersangka saja nama Menkominfo Jhony G Plate membikin gempar, sejumlah kebijakan kontroversial -nya juga buat gempar
Hari ini, Rabu (17/5/2023) Jhony G Plate, Menkominfo RI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo.
Sebelumnya dalam kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo ini sudah ditetapkan 5 nama sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI. Nama Menkominfo baru hari ini ditetapkan dimana sebelumnya menjadi saksi.
Baca Juga: Gugat Cerai Natasha Rizki, Caption Postingan Desta Saat Lebaran Ini Bikin Netizen Salfok
Menkominfo Jhony G Plate pernah mengeluarkan kebijakan terkait Penyelenggara Sistem Eloktronik (PSE) yang tuai kontroversi dan buat banyak masyarakat geram.
Kini menteri tersebut terjerat dalam perkara korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo yang menelan kerugian negara sebesar Rp 8,32 triliun.
Kebijakan yang dibuat pada tahun 2022 ini membuat sejumlah aplikasi yang banyak diakses masyarakat di blokir.
Bukan masalah pemblokiran semata, dampak dari pemblokiran ini membuat para pekerja freelance di dunia maya terhenti pendapatannya.
Karena kebijakan PSE yang mewajibkan seluruh aplikasi, website dan perusahaan yang bergerak di dunia maya ini sejumlah layanan terblokir pada waktu itu.
Diantara yang terblokir yakni Yahoo Search, game online Steam, Dota 2, Counter-Strike Global Offensive dan platform distribusi digital Origin.
Baca Juga: Alat Baru Pendeteksi Gravitasi Alam Semesta Diperkenalkan, Apa Fungsinya?
Kebijakan lainnya yang kontroversial dari Menkominfo yakni terkait pemblokiran layanan keuangan digital Paypal pada Juli 2022. Padahal layanan ini berarti penting sebagai jalur penerimaan para pelaku dan pekerja yang memburu proyek digital dari Indonesia.
Yang lebih mencengangkan, setelah ribut masalah ini, Menkominfo membuka kembali pemblokiran dengan maksud agar uang yang ada di Paypal dapat segera dipindahkan.
Selain itu Menkominfo juga sempat mengeluarkan statemen agar masyarakat menjaga NIK masing-masing setelah website pemerintah diretas oleh hacker dengan akun bernama Bjorka terkait data kartu SIM.