RIAUMAKMUR.COM, ROHIL - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak positif di atas level 7.000 setelah ditutup di level 7.059 pada Jumat lalu, 1 Desember 2023. Emiten minyak lebih baik wait and see pekan ini.
Beberapa faktor mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut.
Community Lead IPOT, Angga Septianus menjelaskan geliat IHSG yang terus positif pada minggu lalu tertopang 3 sentimen, yakni diskusi OPEC+ terkait pemotongan supply minyak, rebalancing Indeks MSCI serta sentimen inflasi dan PMI Indonesia November.
Baca Juga: Bigetron Era Jadi Pemenang ULS SEA Championship 2023, Taklukkan GPX Basreng
Menurutnya harga minyak turun lebih dari 2% pada perdagangan Kamis lalu setelah produsen OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak secara sukarela untuk kuartal pertama tahun depan yang jauh dari ekspektasi pasar.
Negara - negara besar penghasil minyak yakni Arab Saudi, Rusia, dan anggota OPEC+ lainnya, yang memproduksi lebih dari 40% minyak dunia, menyetujui pengurangan produksi sukarela mendekati 2 juta barel per hari (bph) pada kuartal pertama tahun 2024.
Setidaknya 1,3 juta barel per hari dari pemotongan tersebut merupakan perpanjangan dari pembatasan sukarela yang sudah dilakukan Arab Saudi dan Rusia.
Baca Juga: Bandara Internasional Minangkabau Tetap Beroperasi Melayani Penerbangan Meski Gunung Marapi Erupsi
Diketahui sebelumnya, para delegasi mengatakan pengurangan tambahan baru yang sedang dibahas adalah sebesar 2 juta barel per hari.
"Setelah diskusi OPEC+, ternyata emiten-emiten minyak tidak terdongkrak. Perekonomian ke depan terkait minyak juga tidak banyak demand. Permintaan minyak nggak setinggi beberapa waktu yang lalu. Jadi untuk emiten minyak sebaiknya wait and see," sarannya pada Selasa, 5 Desember 2023.
Terkait rebalancing Indeks MSCI yang efektif 1 Desember 2023 dilakukan pada closing market. Di Global Standard Index: AMMN masuk, sementara INCO keluar. Global Small Cap: ARTO dan EMTK masuk, sedangkan BBYB, BUMI, PTPP, TINS & WIKA keluar.
Sementara itu terkait sentimen inflasi dan PMI Indonesia November, inflasi Indonesia pada November 2023 tercatat 2,86% year on year dan 0,38% month on month dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116.08.
Tingkat inflasi November 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu.
Artikel Terkait
Optimis IHSG Rebound Pekan Ini, Serok Cuan Dari Beberapa Saham Ini
Pemegang Saham Tolak Rencana Bangun PLTU Batu Bara Adaro, Rusak Lingkungan
Laba Bersih Naik, Indosat Bagikan Dividen Tahun Buku 2022 Sebesar Rp2 Triliun, Senilai Rp255,7 per Saham
Ada Tiga Sentimen Negatif IHSG Pekan Ini, Beberapa Rekomendasi Saham Pekan Ini
Ini Rekomendasi Saham 3 Hari Bursa Pekan Ini, Perhatikan Sejumlah Sentimen Ini
Hari Market Hanya 2 Hari Pekan Ini, Ini Sejumlah Sentimen dan Rekomendasi Saham Trading
Ada 4 Sentimen Yang Diprediksi Pengaruhi Pasar Saham, Ini Sejumlah Rekomendasi Aksi Pasar Modal
Sentimen Inflasi AS, Neraca Dagang dan Rebalancing Indeks di Prediksi Pengaruhi Pergerakan Sejumlah Saham
Calon Tunggal Dirut BRK Syariah, Hardianto: Mudah-mudahan Tak Ditolak Pemilik Saham
Soal Nama Tunggal Calon Dirut BRK Syariah, Poti: Kalau Ditolak Pemegang Saham, ya Seleksi Ulang