Pengembangan Ekonomi Digital Mesti Diiringi Kemanan Siber

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Sabtu, 8 Juli 2023 | 20:00 WIB
Ilustrasi ekonomi digital. (Istimewa/net)
Ilustrasi ekonomi digital. (Istimewa/net)

RIAUMAKMUR.COM - Ekonomi digital menjadi bagian dari transformasi digital, ini menjadi potensi besar dalam mendukung capaian visi Indonesia 2045.

Kementerian Kordinator bidang Perekonomian terus mendorong pengembangan ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha, khususnya UMKM.

Pemerintah terus mendorong berbagai upaya untuk melakukan pengembangan ekosistem ekonomi digital.

Baca Juga: Karya Seni Bisa Dijadikan Jaminan Pinjaman Uang Loh!! kalau Punya Bakat Buat Aja Dulu

"Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan dan regulasi seperti di sektor keuangan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, perindustrian, dan sebagainya,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Jumat (7/7/2023).

Ia menuturkan melalui transformasi digital, perekonomian Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar.

Berdasar kajian Google, Temasek, Bain & Company tahun 2022, nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2022 tercatat sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara senilai USD 77 miliar.

Baca Juga: ASN Pemko Pekanbaru Dilarang Keras Terlibat Narkoba

Angka ini diperkirakan mampu mencapai USD 130 miliar pada tahun 2025. Selain itu, 40 persen pangsa pasar ekonomi digital Asia Tenggara berada di Indonesia.

Besarnya potensi ini dikatakannya harus dibarengi dengan keamanan digital yang mumpuni.

Ia mengatakan bahwa berkembangnya perekonomian digital diikuti dengan peningkatan risiko keamanan siber (cyber security).

Baca Juga: Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Pembuatan Lulur Organik Bareng Milenial 

Cyber security menjadi prioritas yang sangat penting bagi keamanan nasional ke depan.

"Saya kira juga berbagai negara sudah menempatkan ini sebagai prioritas keamanan. Karena itulah Pemerintah perlu memastikan bahwa semua upaya pertumbuhan ekonomi digital ini terus diimbangi dengan keandalan di dalam ranah cyber security-nya,” ujarnya.

Risiko dibidang keamanan siber yang kerab jadi masalah saat ini menurutnya dalam bentuk malware dan kejahatan siber yang terorganisir mulai dari rusaknya reputasi korporasi yang dampaknya cukup signifikan terhadap bisnis, hingga kerugian materiil akibat pencurian data pribadi, pelanggaran hak kekayaan intelektual, serta risiko-risiko fatal lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Sumber: ekon.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X