Perjalanan Gus Ibin Menuju Pilkada 2024: Dari Keraguan Hingga Restu Sang Bunda

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 10:06 WIB
Gus Ibin bersama CEO Promedia Agus Sulistriyono dan rombongan.
Gus Ibin bersama CEO Promedia Agus Sulistriyono dan rombongan.

RIAUMAKMUR.COM - Gus Muhammad Muhibbin Nur, seorang pemuda asli Nganjuk, telah mengumumkan kesiapannya untuk bertarung dalam Pilkada 2024.

Dikenal dengan panggilan akrabnya, Gus Ibin, dia dilahirkan dalam lingkungan keluarga pesantren yang kental, yang memberinya landasan kuat dalam ilmu agama.

Sampai dewasa, Gus Ibin tetap aktif membangun dan mengelola Pondok Pesantrennya sendiri, sementara sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengajar dan membimbing para santri.

Baca Juga: Mantan Wartawan Jadi Politisi, Sugiri Sancoko yang Kini Jadi Bupati Ponorogo Siap Gandeng Promedia Gelar Pelatihan Jurnalisme Berkualitas

Gus Ibin adalah putra ke-4 dari KH Muhammad Nur dan Ibu Nyai H Maulidiyyatul Ummayyah, yang juga merupakan pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyah Mojosari di Loceret, Nganjuk.

Mojosari dikenal sebagai salah satu Pondok Pesantren tertua di Nganjuk, yang pernah menjadi tempat nyantri bagi banyak tokoh ulama terkemuka.

Kelahirannya dan lingkungan keluarganya yang berfokus pada penyebaran nilai-nilai agama telah membuat Gus Ibin dan keluarganya menjauh dari urusan politik.

Namun, Gus Ibin telah memutuskan untuk maju dalam Pilkada Serentak 2024 ini sejak 3 bulan yang lalu.

Menurutnya, keputusan ini didasari oleh dorongan untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat, dengan memanfaatkan pengalaman dan nilai-nilai yang diperolehnya dalam lingkungan pesantren.

Baca Juga: Promedia Teknologi Indonesia Gandeng BincangBincangMobil Hadirkan Konten Otomotif Berkualitas

“3 bulan lalu saya tidak berfikiran dan akan mencalonkan diri sebagai calon bupati Nganjuk,” ujarnya saat diskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangannya, di Loceret, Nganjuk, Kamis 18 Juli 2024.

Pria kelahiran 1984 ini menyampaikan, para kyai melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) ada diskusi bahwa calon bupati Nganjuk harus dari kalangan sendiri.

“Dari diskusi para kyai bahwa calon bupati yang didukung harus dari Pondok Pesantren Mojosari, bukan saya ya tapi masih dari Pondok kami,” imbuhnya.

Setelah ada obrolan tersebut, ada perwakilan yang datang ke pondok pesantren untuk membahas hal tersebut.

“Pembahasan tersebut diserahkan kepada ibu kami, karena banyak saudara-saudara kami di sini,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X