Menjelang akhir acara, suasana debat memanas menjadi kericuhan di antara pendukung.
Meskipun tidak terjadi kekerasan serius, pihak keamanan segera mengambil langkah untuk mengamankan situasi.
Susanto Waluyo menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi setelah debat selesai, dan pihaknya menyesali terjadinya keributan.
"Kami akan mengevaluasi penyelenggaraan debat agar insiden serupa tidak terulang. Kami sudah menyiapkan sistem keamanan yang memadai, namun memang ada gesekan dari massa pendukung," jelas Susanto.
KPU Kabupaten Batang berencana mengadakan sesi debat selanjutnya agar paslon bisa menjelaskan program kerja mereka lebih jelas dan transparan.
Susanto menambahkan bahwa pihaknya akan memperbaiki mekanisme debat untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif.
Dalam penutup, Fauzi Fallas dan M Faiz Kurniawan mengimbau kepada pendukung agar menjunjung tinggi semangat demokrasi.
Fauzi menekankan bahwa perbedaan pendapat seharusnya tidak berujung pada tindakan negatif.
"Debat harus menjadi ruang untuk ide dan solusi, bukan emosi sesaat," tutupnya. Faiz juga menambahkan, "Kita harus bersaing secara sehat demi Batang yang lebih baik."
Artikel Terkait
Raperda Kepemudaan Disetujui, Pengembangan Potensi Pemuda akan Jadi Fokus Pemda Batang
KPU Batang Tetapkan DPS Pilkada 2024 Ada 621.760 Orang
Pj Bupati Lani Minta PCNU Jaga Sinergitas dengan Pemkab untuk Majukan Batang
Cegah Penyalahgunaan, Pemkab Batang-Ombudsman RI Sosialisasikan Pengelolaan Dana Desa
Tatap Muka Rawan Disalahgunakan, Lapas Batang Optimalkan PTSP untuk Layani Pengunjung
Demi Warisan ke Anak-Cucu, Pj Bupati Batang Dukung Upaya Pelurusan Sejarah Batang
Lewat nDongeng Pilkada, Kesbangpol Batang Edukasi Generasi Muda dan Pemilih Pemula
Ingin Layanan Ibu Hamil Jadi Unggulan, RSUD Batang Lakukan Transformasi Kebidanan
Audiensi dengan Promedia, Calon Bupati Batang Fauzi Fallas, Bagikan Kisah Inspiratif dari Tukang Jahit hingga Jadi Pembisnis
Tak hanya Ikon Keindahan Kota, Alun-Alun Batang Dipersiapkan Jadi Pusat Ekonomi Rakyat