Bahkan ada produk china yang berharga lebih murah dibandingkan dengan spesifikasi teknis produk yang seharusnya dipasang di Payung Elektrik tersebut.
Produk tersebut adalah Gear Box Merek Groundfos (Produk Eropa), tetapi yang dipasang Merek Transmax yang merupakan Produk China.
Pemasangan Motor Listrik dan Gear Box tersebut tanpa ada persetujuan dari Pejabat Penandatangan Kontrak.
Keduanya bernilai Rp 2.700.000.000,00.
Selain itu, berdasarkan LHP APBD Riau 2022 yang diterima Tribunpekanbaru.com juga terungkap pemasangan Ball Screwdan Nut yang dipasang merek Hiwin (Produk Taiwan), seharusnya yang dipasang adalah Ball Screwdan Nut Merek THK (Produk Jepang).
Terdapat juga item pekerjaan pemasangan sensor angin, sensor hujan, sensor cahaya yang sudah diakui sebagai progres pekerjaan namun belum terpasang senilai Rp33.000.000,00.***
Artikel Terkait
Unri Lakukan Pembekalan Zona Integritas
Seleksi PPPK Pemprov Riau 2023 Tunggu Jadwal Pusat
Wagubri Edy Nasution Ditetapkan Sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka Pekanbaru
Ketua DWP Riau Ikuti Bincang Sore Seru Bersama Ketua DWP Pusat Secara Virtual
Inilah 76 Anggota Paskibraka Tahun 2023
TNI AU Siapkan Pesawat Lakukan TMC dan Pendinginan Karhutla
Gubernur Riau Syamsuar Doakan Penumpang Kapal Tenggelam di Selat Malaka Ditemukan
Kegigihan Irjen Iqbal dan Anak Buah Gagalkan Kasus Perdagangan Orang
Pencarian Hari Kedua Kapal Tenggelam, Tim Basarnas Temukan Life Jacket
Berdampak Untuk Pembangunan di Riau, Abdul Kasim Sambut Baik DBH Kelapa Sawit