Kegigihan Irjen Iqbal dan Anak Buah Gagalkan Kasus Perdagangan Orang

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Rabu, 16 Agustus 2023 | 15:01 WIB
Penyerahan penghargaan Polda Riau di Aula Tribrata, Lantai 5 Gedung Mapolda Riau, Jalan Patimura Pekanbaru, Selasa (15/08/2023)
Penyerahan penghargaan Polda Riau di Aula Tribrata, Lantai 5 Gedung Mapolda Riau, Jalan Patimura Pekanbaru, Selasa (15/08/2023)

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan penghargaan kepada Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal dan jajarannya. 

Sebab, Iqbal dan sejumlah anak buahnya dinilai berprestasi atas pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dengan modus pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia ke luar negeri.

BP2MI juga memberikan penghargaan kepada Dir Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Asep Dharmawan, Kapolres Dumai AKBP Dhovan Oktavianton, Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro serta Kapolres Meranti AKBP Andi Yul LTG.

Para perwira menengah itu dinilai berhasil mengungkap kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah hukum masing-masing.  

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh kepala BP3MI Fanny Wahyu Kurniawan kepada Kapolda Riau, di Aula Tribrata, Lantai 5 Gedung Mapolda Riau, Jalan Patimura Pekanbaru, Selasa (15/08/2023) petang, sekitar pukul 17.00 Wib.

Kepala BP3MI, Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan penghargaan ini merupakan apresiasi kepada Kapolda Riau beserta Jajaran atas keberhasilan dalam penanganan pencegahan penempatan ilegal PMI di Provinsi Riau selama tahun 2023.

"Karna wilayah kita wilayah perbatasan, jadi cukup banyak dilalui para sindikat yang akan menyeberangkan PMI kita secara ilegal ke negara Malaysia maupun Singapura. Dalam kesempatan ini kami mewakili pimpinan menyerahkan penghargaan kepada Kapolda Riau dan jajaran dengan tujuan agar lebih kolaboratif lagi dalam mencegah kasus TPPO yang saat ini semakin marak terjadi," kata Fany Wahyu Kurniawan.

Fanny menjelaskan, lokasi yang rawan akan terjadinya kasus TPPO saat ini di daerah Dumai, Bengekalis, Kepulauan Meranti serta Rokan Hilir.

"Karena di tahun 2023 ini kasus TPPO terbanyak terdapat di daerah Dumai yaitu sebanyak 8 kasus, kemudian disusul Daerah Bengkalis dan Meranti serta yang terakhir di daerah Rohil," katanya.

Fany menambahkan, pada tahun 2022 hingga 2023 ini kasus TPPO di Riau mengalami peningkatan, hal ini dikarnakan dibukanya masa pandemi.

"Sehingga banyak pekerja migran kita ingin bekerja keluar negeri hal ini dimanfaatkan oleh para oknum untuk menyelundupkan PMI kita secara ilegal keluar negeri," kata Fanny.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal menyambut baik penghargaan yang diberikan oleh BP2MI. Sebab, Iqbal mengatakan hal ini sebagai wujud kolaborasi antara Polda Riau beserta jajaran dengan pihak BP2MI maupun BP3MI dalam menangani kasus TPPO di Riau.

"Penghargaan ini bagi saya dan tim merupakan vitamin agar kami lebih bagus lagi dalam bekerja. Karena itu kita merasa bangga dan bahagia sekaligus tertantang untuk bekerja yang lebih bagus lagi, terutama dalam penanganan kasus TPPO ini," kata Iqbal.

Iqbal juga memberikan apresiasi kepada personelnya yang telah menunjukkan prestasinya maupun kepada stakeholder yang membantu dalam upaya pengungkapan TPPO di wilayah hukum Polda Riau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X