politik

Debat Paslon Bupati Batang: Usai Adu Gagasan, Kericuhan Pecah di Kalangan Pendukung

Minggu, 27 Oktober 2024 | 01:48 WIB
Kericuhan terjadi usai debat Pilkada Batang selesai. (Pojokbaca.id)

RIAUMAKMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang mengadakan debat perdana bagi pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada Jumat, 25 Oktober 2024, di Gedung KPU Kabupaten Batang.

Acara ini menjadi momen penting bagi kedua paslon, yaitu Paslon 01 Fauzi Fallas-Ahmad Ridwan dan Paslon 02 M Faiz Kurniawan-Suyono, untuk mengemukakan gagasan mereka.

Dengan dihadiri oleh sekitar seratus pendukung, suasana debat dipenuhi yel-yel semangat yang membuat atmosfer semakin meriah.

Ketua KPU Kabupaten Batang, Susanto Waluyo, menjelaskan bahwa debat kali ini mengangkat empat isu utama: tata kelola pemerintahan, hukum, sumber daya manusia (SDM), dan sosial budaya.

Pemilihan tema ini dilakukan melalui proses konsultasi dengan berbagai instansi pemerintah, tim kampanye, serta organisasi masyarakat.

"Debat ini dirancang berdasarkan masukan dari Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan banyak pihak, bertujuan agar materi debat sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Batang," ungkap Susanto.

Pada kesempatan tersebut, kedua paslon diberi ruang untuk memaparkan program-program unggulan mereka. Paslon 01 memperkenalkan tiga kartu inovatif: Kartu Batang Pintar (KBP) untuk beasiswa, Kartu Batang Usaha (KBU), dan Kartu Batang Sejahtera (KBS).

"Kartu Batang Pintar akan mendukung anak-anak berprestasi dengan beasiswa dan bantuan sarana pendidikan," kata Fauzi Fallas, menekankan program ini didasarkan pada kunjungan langsung ke masyarakat.

Sementara itu, Paslon 02, M Faiz Kurniawan-Suyono, mengusung visi menjadikan Batang sebagai prototipe Indonesia 2045.

Faiz menekankan pentingnya pemimpin yang siap menghadapi tantangan global dan mengembangkan sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan pendidikan.

"Kami ingin memastikan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan akses, tidak ada yang tertinggal," tegas Faiz.

Debat berlangsung dengan penuh dinamika, terutama saat isu-isu sensitif dibahas.

Pendukung kedua paslon saling melontarkan sindiran, mengungkit latar belakang pendidikan dan status keagamaan masing-masing calon.

Hal ini menciptakan suasana yang panas, di mana beberapa pendukung terlibat dalam debat argumen yang cukup sengit.

Halaman:

Tags

Terkini