RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU – Ketua DPD II Partai Golkar Indragiri Hulu (Inhu), Arsyadi, angkat bicara mengenai manuver mantan Sekretaris DPD Golkar Inhu, Sukirno, yang mengklaim dirinya sebagai "korban politik" menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Riau.
Arsyadi menegaskan bahwa pencopotan Sukirno sebagai sekretaris tidak ada kaitannya dengan Musda Golkar Riau. Menurutnya, keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan integritas dan loyalitas.
Namun, Arsyadi enggan menyampaikan pertimbangan itu di media, karena ini masalah internal partai.
"Yang jelas usulan pergantian ini berkaitan dengan instruksi DPP dalam menghadapi Pilkada, yang mana semua wajib tegak lurus sesuai perintah partai dan tidak boleh main-main dengan apa yang sudah diperintahkan partai," katanya.
Selain itu, lanjut Arsyadi, ada masukan dari beberapa tokoh yang menyoroti status Sukirno yang tidak memiliki historis kuat dengan Indragiri Hulu. Hal ini semakin memperkuat dasar untuk melakukan pergantian.
DPD Golkar Inhu berharap tidak ada lagi spekulasi yang berkembang terkait pergantian sekretaris. Keputusan ini diambil murni demi menjaga soliditas dan komitmen partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Senada dengan Arsyadi, Sekretaris DPD I Golkar Riau, Parisman Ihwan, juga menepis tudingan bahwa pergantian ini berkaitan dengan Musda Golkar Riau.
Ia mengungkapkan bahwa usulan pergantian sekretaris sudah diajukan sejak September 2024, jauh sebelum dinamika Musda mencuat.
"Makanya ketika saya jadi Sekretaris Golkar Riau, semua surat yang sempat terhambat, saya tuntaskan segera, termasuk SK perubahan DPD Golkar Inhu," ungkap Parisman.***