politik

Tentang Buk Ida Yulita Susanti dan Komitmen Hashtag 'Ida Golkar Membangun Kampung'

Senin, 8 Mei 2023 | 12:03 WIB
Penulis dan Ida Yulita Susanti.

PEKANBARU - Hampir sepuluh tahun menjadi Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Buk Ida Yulita Susanti senang dan bangga karena bisa terus bersama dan dibersamai masyarakat di Kecamatan Tampan.

Kebersamaan inilah yang menjadi pelecut semangat Buk Ida Yulita Susanti untuk terus berbuat lebih banyak kepada masyarakat.

Sebagai orang yang mendampingi beliau selama bertahan-tahun, saya menjadi saksi perjuangan Buk Ida Yulita Susanti. 


Kecamatan Tampan, yang kini terpecah menjadi Kecamatan Tuah Madani dan Bina Widya, dulunya dilihat sebagai daerah yang kurang maju dari segi infrastruktur.

Mungkin dikarenakan minimnya pejabat yang tinggal di daerah ini, maklum kecamatan ini berada di ujung kota, dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar. Sementara, para pejabat banyak tinggal di daerah yang mungkin lebih maju daripada Tampan.

Mungkin ini yang membuat kue pembangunan kurang maksimal untuk Tampan. Padahal, saat itu sudah banyak perumahan rakyat type 36, meskipun tidak sebanyak hari ini.

Faktor inilah yang menjadi alasan kenapa Buk Ida memutuskan untuk maju di Pemilu Legislatif 2014 dengan tagline  #IdaGolkarMembangunKampung . Karena Buk Ida ingin menjadi perwakilan masyarakat untuk adu argumentasi dengan para pejabat, yang tujuannya adalah memperjuangkan pembangunan di kampung kita ini.

Sebagai informasi, Anggota DPRD bukanlah pejabat, Anggota DPRD adalah penyelenggara pemerintahan yang tugasnya menjadi perwakilan rakyat dalam mengakomodir kepentingan rakyat.

Berbekal tiga fungsi di DPRD (pengawasan, penganggaran, dan legislasi), Buk Ida sudah berjuang maksimal, dan Alhamdulillah hari ini Kecamatan Tampan mengalami kemajuan dibandingkan 10 tahun lalu.

Buk Ida tidak pernah mengklaim majunya Kecamatan Tampan adalah 100 persen berkat Buk Ida, karena Buk Ida meyakini ini adalah hasil kerjasama semua pihak, mulai dari RT, RW, lurah, camat, dan banyak lagi yang sudah memberi kontribusi.

Buk Ida tidak akan bisa berbuat sejauh ini, kalau masyarakat tidak mendukung Buk Ida. Alhamdulillah, dukungan masyarakat sangat besar untuk Buk Ida, dibuktikan dengan perolehan suara terbesar.

Apa yang sudah Buk Ida perjuangkan selama ini biarlah menjadi penilaian masyarakat, Buk Ida tidak mau menggiring opini kesana kemari, hanya sekedar membuat Buk Ida terlihat lebih hebat.

Buk Ida tidak pernah merasa hebat, Buk Ida hanya mencoba menjadi pelayan rakyat, memuaskan atau tidak biarlah jadi penilaian masyarakat.

Buk Ida selalu percaya pada pepatah, kalau menanam padi, rumput akan tumbuh. Tapi kalau kita menanam rumput, padi tidak akan tumbuh.

Pandangan negatif orang Buk Ida terima dengan lapang dada. Yang penting Buk Ida sudah berbuat dengan sebaik-baiknya, dan tidak pula pernah merugikan orang lain.

Buk Ida tidak akan berkoar-koar di media sosial, karena rakyat memberi amanah ke Buk Ida untuk menjadi perwakilannya di lembaga pemerintahan, bukan di media sosial.

Terlalu receh rasanya kalau Buk Ida bersuara lantang di media sosial, sementara melempem di rapat-rapat pemerintahan yang membahas kepentingan rakyat.

Perjuangan Buk Ida yang sesungguhnya adalah di lembaga DPRD, bukan di media sosial.

Apa yang Buk Ida tampilkan di media sosial adalah bentuk tanggungjawab kepada masyarakat. Karena, masyarakat harus tahu apa saja yang sudah Buk Ida lakukan.

Tapi, sekalipun Buk Ida tidak pernah melebih-lebihkan hasil kerja, Buk Ida tidak mau membohongi rakyat. 

Buk Ida juga tidak mau adu argumentasi di media sosial, karena Buk Ida diberi amanah oleh rakyat untuk adu argumentasi dengan para pejabat pemerintahan.

Untuk yang masih penasaran dengan sepak terjang Buk Ida, silahkan ketik saja kata kunci "Ida Yulita Susanti", kemudian searching di instagram, Facebook, tiktok, maupun google. Dari sana bisa kita lihat bahwa Buk Ida tidak hanya muncul hari ini, tapi sejak dahulu Buk Ida sudah memulai perjuangan membela rakyat.


Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang sudah bersedia bersama Buk Ida selama ini, dan Insya Allah kita lanjutkan perjuangan kita ke DPRD Provinsi Riau di periode 2024-2029.***

#IdaMenujuDPRDRiau 

 

Penulis : Muhammad Fahmil Mudzaki (mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau yang juga salah satu staf pendamping Ida Yulita Susanti.)

Tags

Terkini