“Mereka juga mengumumkan telah mencuri 15 juta catatan pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 terabyte data internal,” tulisnya.
Baca Juga: Ini Kata Nasabah BSI Pekanbaru Soal Pelayanan Mobile Banking Setelah Disebut Normal
Ada sesuatu yang mereka incar dari aksi hecker ke sistem pelayanan digitan BSI, yang mana Ransomware LockBit mengancam akan membuka semua data-data yang mereka dapatkan, jika mereka tak dapat apa yang mereka inginkan.
Data itu, akan dirilis ke situs web ilegal. “Selanjutnya mereka mengancam akan merilis semua data di web gelap jika negosiasi gagal," ungkap akun @darktracer_int.
Awal pekan ini, khususnya ATM BSI tak bisa digunakan. Pada Kamis, 11 Mei 2023, pihak BSI menyatakan bahwa semua sistem mereka sudah pulih kembali.
Pihak manajemen BSI juga sudah mengakui bahwa sistem layanan mereka telah diganggu oleh hecker.
“Peristiwa ransomware masih perlu pembuktian lebih lanjut lewat audit dan forensik digital,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunadi, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.***
Artikel Terkait
Kolaborasi Strategis BSI, PP Muhammadiyah, BP Tapera, dan Perumnas untuk Penyaluran KPR Syariah yang Efektif
Layanan Kantor Cabang dan 1.200 Unit ATM BSI Kembali Pulih Pasca Maintenance
BSI Umumkan Layanan Transaksi di Kantor Cabang Sudah Pulih Setelah Sempat Eror
Dirut BSI Buka Suara Soal Layanan Eror dan Dugaan Serangan Siber, Nasabah Wajib Baca
Hari Ini, Layanan Cabang, ATM dan Mobile Banking BSI Sudah Kembali Normal, Nasabah Silakan Cek
Lumpuh Sistem BSI Tertangani, Lambatnya Penanganan Diduga Diserang Ransomware, Apa Itu
Ini Kata Nasabah BSI Pekanbaru Soal Pelayanan Mobile Banking Setelah Disebut Normal
Pelunasan Biaya 95 Persen Calon Haji Sudah Aman, BSI Jemput Bola Selesaikan Sisa Pelunasan Hari Ini
BSI Buka Layanan Weekend di 434 Kantor Cabang pada 13-14 Mei 2023