Namun apa yang menjadi kebijakannya ini ditentang para perangkat desa yang terkena rotasi.
"Mereka tidak terima keputusan ini, sementara Kepenghuluan butuh penyegaran untuk peningkatan pelayanan," ungkapnya.
Sambil tersedu, Erlinda mengaku sedih atas sikap perangkat desa yang memilih untuk melakukan unjuk rasa ketika dirotasi.
Menurutnya apa yang dilakukannya mengikut aturan yang ada, jika ada yang menganggap kebijakan saya tidak baik itu terserah yang bersangkutan.
Sementara itu, salah seorang pengunjuk rasa yang diketahui pula sebagai perangkat desa yang terkena kebijakan rotasi, Syafrayulinar mengaku tidak terima di rotasi dari jabatan sebelumnya sebagai Pemungut PBB.
Ia merasa dinonaktifkan dari tugasnya oleh Datin Penghulu Bagan Jawa.
Hal senada juga menjadi alasan Desi Ratna yang juga terkena kebijakan rotasi.
Artikel Terkait
Polwan Polres Rohil Dengar Curhatan Warga Binaan Lapas
Horor, Warung Remang-remang di Simpang Mayat Rohil Dirazia Polisi
Polres Rohil Bantu Sarana Kebutuhan Air di Pesantren Tarbiyatul Quran Pujud
Tipidter Satreskrim Polres Rohil Amankan 2 Pelaku Tindak Pidana Perambahan Hutan Bersama 2 Unit Excavator
Polres Rohil Bagikan Buku ke SMAN 3 Sintong
BPBD Rohil Sebut Karhutla Nihil Hari Ini
Kapolres Rohil Suapi Polwan Nasi Tumoeng di Syukuran Hari Jadi Polwan ke 75
Puluhan Pejabat di Lantik Pemkab Rohil, Sekda Ingatkan Untuk Terus Evaluasi dan Inovasi
Ini Empat Usulan Ranperda Dari DPRD Rohil dan Pertimbangan Untuk Mengusulkannya
Ini Latarbelakang Pengajuan Tiga Ranperda Oleh Pemda Rohil ke DPRD Rohil