RIAUMAKMUR.COM - Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal mewanti-wanti belasan ribu anak buahnya untuk bersikap netral dalam Pemilu 2024. Jika ada polisi di Riau yang melanggar, Iqbal meminta masyarakat untuk melaporkannya agar ditindak tegas.
"Semua masyarakat, kalau ada polisi di Riau tidak netral, laporkan ke kami. Pasti ditindak tegas," ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (22/12/2023).
Iqbal menyebutkan, netralitas dalal Pemilu 2024 bagi kepolisian merupakan harga mati. Apalagi Iqbal telah memberikan 'Buku Saku Netralitas' Polri sebagai petunjuk kepada lebih dari 11 ribu anggota di Riau.
"Tidak perlu kita janji-janjikan soal netralitas, tetapi kita lihat saja," tegas ketua Alumni Akpol 1991 itu.
Iqbal meminta semua anak buahnya memahami isi buku saku yang merupakan inovasi Polda Riau. Buku saku berisi aturan hingga sanksi jika ada anggota yang tidak netral di Pemilu 2024.
"Buku Saku Netralitas ini inovasi kita. Jadi sejak awal tahapan pemilu sudah ada 11 ribu personel kita berikan buku ini," jelas Iqbal.
Iqbal meminta seluruh personel kepolisian di Riau menaati aturan yang berlaku. Karena itu, setiap anggota polisi wajib membawa buku saku selama tugas.
Dalam buku itu diatur polisi dan istrinya, ASN polisi serta keluarga inti lainnya agar tidak berpose mendukung salah satu calon dalam Pemilu 2024. Baik pemilihan legislatif, kepala daerah, maupun Pemilihan Presiden.
"Dalam buku berisi 13 halaman tersebut berisi tentang panduan polisi selama bertugas," katanya.
Selain itu, Iqbal juga meminta personel di Riau memberikan pengamanan terbaiknya. Bahkan, pelayanan dan mengayomi masyarakat juga harus lebih dimaksimalkan.
"Buku saku ini adalah panduan bagi mereka. Mereka tugasnya melakukan pengamanan, memberikan pelayanan dan pengayoman agar terciptanya Pemilu 2024 yang damai," kata Iqbal.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Riau Kombes Edwin Louis Sengka mengatakan buku saku dibagikan kepada semua polisi di Riau. Karena buku itu berisi tugas Polri yang harus dilaksanakan.
"Salam buku saku juga dijelaskan, tugas Polri ada unsur pengawasan, pengamanan TPS, pengamanan kampanye dan sebagai pihak penengah atau penyelesai konflik," kata Edwin Sengka.
Edwin menjelaskan, dalam buku saku tak hanya netralitas Polri, tetapi juga ASN yang bertugas di Polri, istri-istri polisi atau Bhayangkari yang bukan Polwan.
"ASN Polri, Bhayangkari, juga ada diatur dalam buku itu. Aturan itu dibuat agar menghindari pelanggaran karena masih tetap bagian keluarga besar Polri," kata Edwin.
Artikel Terkait
Pemilu 2024, ASN Jangan Macam-Macang, Pemprov Riau Ingatkan Tetap Harus Netral
Gegara Ngaku 'Netral' Saat Nonton Final Sepak Bola Asian Games 2022, Gunwook ZEROBASEONE Kena Semprot Knetz
Tak Ingin Ada Pecah Belah di Pilpres 2024, Jusuf Kalla Tegaskan Sikap Netral
Dandim 0313 KPR Ingatkan Anggota TNI Jaga Netralitas di Pemilu 2024
Jangan Hanya Isapan Jempol Belaka, Pengamat Minta Pembuktian Netralitas Jokowi di Pemilu 2024
Analis Politik: Netralitas Alat Negara di Pemilu Jadi Pertaruhan
Muhammadiyah Tegaskan Netral di Pilpres 2024, Yang Masuk Timses Karena Pilihan Pribadi
ASN Gak Perlu Teriak Netral, Tapi Buktikan Saja Netralitasnya
Netralitas ASN di Pemilu 2024, Asisten I Pemerintah Provinsi Kepri Dilaporkan ke KASN Oleh Bawaslu Karena Netralitas
Bawaslu Sebut Netralitas ASN di Kepri Masih Rendah. Ini Didasari IKP
Netralitas TNI Dipertanyakan Terkait Anggota TNI Hadir di Debat Capres Mengenakan Pakaian Pendukung Prabowo Subianto
Sukseskan Pemilu 2024, ASN Harus Jaga Netralitas
Camat Siak Diduga Intervensi Pemilu, Bawaslu Riau Minta ASN Netral dan Jaga Netralitas
Berkaca dari Kasus di Rupat dan Siak, Bawaslu Pekanbaru Pastikan Awasi Netralitas ASN