RIAUMAKMUR.COM-, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan persediaan beras pada Maret, April dan Mei 2024 mendatang dalam kondisi aman.
"Artinya, masyarakat tak perlu khawatir akan kekurangan beras pada bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri mendatang," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (15/3/2024).
Mentan mengatakan, kepastian ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait panen raya petani yang berlangsung pada bulan Februari dan Maret tahun ini.
Baca Juga: Kepala Bapanas Dampingi Presiden Serahkan Bantuan Pangan Beras di GDT Sumut
"Insyaallah sesuai dengan data BPS, kebutuhan beras kita untuk Maret April dan Mei dalam kondisi aman. Akan tetapi untuk kebutuhan bulan Juni kita bisa menghitung dari pertanaman sekarang (Maret)," katanya.
Sementara itu, produksi padi pada tahun ini diperkirakan melimpah dan memberi pengaruh besar pada penurunan harga beras di pasaran. Meski demikian, dia berharap penurunan tersebut tidak terjadi pada hasil panen raya gabah petani.
"Maret harga beras pasti turun. Aku pastikan turun. Kalau ada yang bilang beras mahal hari ini sudah turun, aku pastikan turun dan ramadhan aman, idul fitri aman, lewat dua bulan idul fitri masih aman. Nah kalau mengatakan Juni kita lihat tanam hari ini," jelasnya.Produksi Padi Jatim Melimpah
Baca Juga: Bapanas dan ID FOOD Salurkan Bantuan Pangan Penanganan Stunting
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memastikan produksi padi tahun ini dalam kondisi yang melimpah. Diperkirakan, luas panen pada Maret dan April 2024 mencapai 928.105 hektare (ha) dengan produksi periode Januari-April mencapai 5,219 juta ton gabah kering giling (GKG) atau jika dikonversi ke beras bisa mencapai 3,346 juta ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya mengatakan bahwa puncak panen akan berlangsung pada bulan April mendatang dengan luasan 402.698 hektare. Dengan luasan tersebut, Jawa Timur memastikan pasokan beras di pasaran aman.
"Untuk itu, kami membuat mapping wilayah sentra produksi dan pemantauan jadwal pamen untuk mencukupi kebutuhan pasokan pangan secara merata di Jatim dan nasional," ujar Dydik, Rabu, (13/3/2024).
Baca Juga: PUPR Bangun Stadion Utama di Deli Serdang untuk Venue Utama PON XXI Aceh-Sumut 2024
Dydik mengatakan, sejumlah kabupaten yang tengah panen tahun ini di antaranya Jember seluas 67.960 hektare, Ngawi 47.916 hektare, Tuban 44.701 hektare, Pasuruan 50.064 hektare, Lamongan 57.646 hektare dan Bojonegoro seluas 73.657 hektare.
Saat ini, kata Dydik, pihaknya tengah berupaya memperlancar arus distribusi dari sentra produksi ke pasar-pasar yang ada di Jatim untuk menjaga harga baik di tingkat petani maupun konsumen stabil. Dia berharap, dengan berbagai upaya ini ketersediaan beras tetap aman hingga pasca lebaran mendatang.
"Dalam hal ini kita bisa menggerakkan gapoktan dan perusahaan pengelola penggilingan padi untuk ikut serta dalam proses penyerapan hingga operasi pasar bersama pemerintah daerah," katanya.
Artikel Terkait
Kalahkan Ginting, Jonatan Christie Raih Gelar Super 1000 Pertamanya di All England 2024
UNAND Berhasil Kumpulkan 53 Kepingan Emas dari Program "Nabuang Sarok" Semen Padang
Safari ke Pangkalan Terap,Zukri Ingin Memastikan Masyarakat Sudah Menikmati Listrik 24 Jam
Sabang Jadi Pelabuhan Hub Transit, Dukung Pengembangan Ekonomi dan Pariwisata
Indonesia dan Prancis Tingkatkan Kerja Sama Bisnis di Bidang Maritim
Pemprov DKI Jakarta Perpanjang Masa Pendaftaran KJMU Tahap I 2024
Kepala Bapanas Dampingi Presiden Serahkan Bantuan Pangan Beras di GDT Sumut
PUPR Bangun Stadion Utama di Deli Serdang untuk Venue Utama PON XXI Aceh-Sumut 2024
Bapanas dan ID FOOD Salurkan Bantuan Pangan Penanganan Stunting
Pemprov DKI Jakarta Peduli Masyarakat dengan Gelar Pasar Murah