Baca Juga: Togak Tonggol Tradisi Masyarakat Melayu Riau yang Dikemas saat Balimau Potang Mogang
Pj Gubernur Kalbar Harisson menuturkan, Eksebisi Meriam Karbit 2024 ini merupakan sebuah momen istimewa, eksibisi ini bukan hanya tentang menampilkan keunikan meriam karbit, tetapi juga melestarikan budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun.
“Meriam karbit merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang unik dan kreatif serta sangat dinantikan masyarakat Pontianak hingga luar Kalbar,” imbuhnya.
Dibalik suara dentumannya, sambung Harisson, meriam karbit juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Ia berharap eksebisi ini dapat menjadi sarana silaturahmi bagi seluruh masyarakat, utamanya di malam takbiran yang penuh suka cita.
“Saya ingin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan seni meriam karbit, mari kita jadikan seni ini sebagai salah satu aset budaya yang berharga bagi Kalimantan Barat,” tutupnya. ***
Artikel Terkait
Pj Bupati Kampar Lempar Jala ke Sungai Subayang, Tanda Dimulainya Tradisi Mencokau di Batu Sanggan
Fajri Kalah di Perempat Final, Ganda Putra Indonesia Gagal Pertahankan Tradisi Emas Asian Games Sejak 2010
Berperan Aktif Melestarikan Tradisi Budaya Pacu Jalur Kuansing, Perusahaan di Riau Ini Diganjar Penghargaan
Makna Tradisi Kawin Bajapuik di Pariaman Sumatera Barat, Saling Menghargai Jadi Salah Satu Nilai Hang Dijunjung
Mengenal Tradisi Melayur Jalur Carano di Kuansing Riau
Pemerintah Budayakan Tradisi Balimau Kasai di Kampar
Togak Tonggol Tradisi Masyarakat Melayu Riau yang Dikemas saat Balimau Potang Mogang
Mengenal Tradisi Pangantin Sahur Masyarakat di Inhil untuk Bangunkan Warga di Bulan Ramadan
Mengenal Laela Ma Rameng, Tradisi Pawai Obor Sambut Lailatul Qadar di Tidore Kepulauan
Thong Thong Lek , Tradisi yang Dinanti Warga Rembang di Bulan Puasa