Baca Juga: Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh Terus Sosialisasikan SPPT PBB 2024
Ali mengakui bahwa Puskesmas Rampal Celaket pernah menjadi lokus utama penanganan stunting. Disebutkannya bahwa sekitar 2021, di wilayah kerjanya terdata hampir 80 persen balita berisiko stunting. "Dari situ kita bergerak, berikan intervensi lanjutan, dipastikan lagi apakah ini benar stunting atau tidak. Kita mulai dari awal lagi, mulai penimbangan bayinya, mengajari lagi para kader dan juga masyarakat, serta mendorong kelurahan melakukan inovasi," jelasnya lebih lanjut.
Puskesmas, lanjut dia, melaksanakan pendampingan, menggerakkan masyarakat, apalagi juga ada dukungan dari perguruan tinggi dalam pemberian gizi, melalui PMT. "Alhamdulilah, saat ini tinggal tiga persen. Kami akan terus mendorong dan terus intervensi lebih intens," sambung Ali.
Ali menjabarkan di tiga kelurahan yang termasuk wilayah kerjanya juga telah memiliki inovasi penurunan stuntingnya sendiri-sendiri. Seperti di Kelurahan Samaan ada Klenting Donasi, di Kelurahan Rampal Celaket ada Sambang dengan menyambangi balita stunting lalu memberikan motivasi keluarganya. Sementara di Kelurahan Klojen ada urunan warga. ***
Artikel Terkait
Supernova Sukses Besar di Luar dan Dalam Negeri, Netizen Korea Takjub Dengan Popularitas aespa yang Semakin Mendunia
Cantik dan Berbakat, Netizen Korea Kembali Pertanyakan Alasan Mengenai Mengapa Youngseo Batal Debut di ILLIT
Siap Bantu Pj Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho Imbau Seluruh Elemen Masyarakat Berikan Dukungan
Pawai Ta'aruf MTQH X Kepri Berlangsung Meriah
Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh Terus Sosialisasikan SPPT PBB 2024
663 Kafilah Surabaya Berebut Tiket MTQ Tingkat Jatim dan Nasional
AHES Telah Berangkatkan 38 Kloter Jemaah ke Tanah Suci
Satpol PP Amankan 12 Pengemis dan Seorang Badut
Jalankan Program Inovasi dalam Penurunan Stunting
TPID Kota Malang Gerak Cepat Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok