BRIN Kenalkan Rancangan Geomimo di World Water Forum ke-10

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Jumat, 24 Mei 2024 | 22:01 WIB
Plt. Kepala Pusat Riset Geoinformatika, M. Rokhis Khomarudin mempresentasikan rancangan Geomimo pada sesi panel
Plt. Kepala Pusat Riset Geoinformatika, M. Rokhis Khomarudin mempresentasikan rancangan Geomimo pada sesi panel

RIAUMAKMUR.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Geoinformatika mengenalkan rancangan Geomimo (Geoinformatika Multi Input dan Multi Output), untuk pengelolaan sumber daya air pada ajang World Water Forum ke-10 di Bali International Convention Center.

Dikutip dari keterangan tertulis www.brin.go.id, Jumat (24/5/2024) Geomimo merupakan sebuah platform yang berfungsi untuk mengumpulkan data satelit penginderaan jauh dan geospasial (multi input), kemudian diolah dan dianalisis secara otomatis untuk menghasilkan berbagai informasi (multi output).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Riset Geoinformatika, M Rokhis Khomarudin, dalam kesempatan tersebut mempresentasikan rancangan Geomimo pada sesi panel "CC09. Towards better capacity development and collaboration on data, information, knowledge, and innovation for promoting resilience and DRR" yang menjadi bagian atau side event dari gelaran World Water Forum ke-10.

Baca Juga: BRIN Paparkan Model Tiga Dimensi Wujudkan Kota Pintar

Rokhis dalam paparanya menekankan pentingnya berbagi data dan pengetahuan dalam pemanfaatan penginderaan jauh untuk penanggulangan bencana terkait air.

Ia menjelaskan bahwa berbagai platform berbagi data penginderaan jauh telah dimanfaatkan untuk menangani bencana seperti kebakaran lahan/hutan, banjir, dan kekeringan.

“Pusat Riset Geoinformatika BRIN telah menggunakan platform-platform ini untuk membangun sistem pemantauan bencana terkait air,” ujar Rokhis.

Baca Juga: Wali Kota Samarinda Paparkan Best Practice Pengelolaan Air di World Water Forum 2024

Rokhis juga menyoroti mekanisme Sentinel Asia dan International Disaster Charter yang digunakan untuk menganalisis data satelit penginderaan jauh sebelum dan sesudah bencana. Ia menunjukkan contoh gambar banjir di Sumatera Barat sebagai ilustrasi.

“Geomimo dirancang untuk melayani tiga jenis pengguna: instansi pemerintah (K/L/D), sektor swasta, dan masyarakat umum. Platform ini akan mencakup elemen berbagi data, peningkatan kapasitas (SDM dan infrastruktur), dan kerjasama. Beberapa pihak internasional seperti JAXA Jepang, NASA, LASAC China, dan UN ESCAP sudah siap bekerja sama,” ujarnya.

Rokhis menympaikan, geomimo akan fokus pada riset dan pengembangan sistem untuk ketahanan pangan, lingkungan, kebencanaan, perhitungan emisi gas rumah kaca, serta isu strategis lainnya seperti penangkapan ikan ilegal, penanaman ganja ilegal, dan isu pertahanan serta keamanan.

Baca Juga: World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Hasilkan Proyek Air dan Sanitasi Seniai USD9,4 Miliar

“Geomimo akan menjadi alat yang vital dalam pengelolaan sumber daya air dan penanggulangan bencana di Indonesia dan global,” ujar Rokhis. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X