Lautan Lurik Mewarnai Boyong NataPraja Perpindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Nganjuk

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Kamis, 6 Juni 2024 | 21:18 WIB
Pj. Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna manyambut masyarakat Nganjuk dalam Boyong NataPraja memperingati perpindahan ibukota dari Berbek ke Nganjuk
Pj. Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna manyambut masyarakat Nganjuk dalam Boyong NataPraja memperingati perpindahan ibukota dari Berbek ke Nganjuk

Baca Juga: Kasus DBD di Riau Paling Banyak Ditemukan di Pekanbaru dan Dumai, Berikut Datanya

Seputaran Jalan Basuki Rahmad pada penghujung acara pun semakin riuh. Lantaran 20 Gunungan hasil bumi diperebutkan warga yang hadir menyaksikan Boyongan Natapraja dan Sedekah Bumi.

Dua pusaka yang diarak dari Berbek ke Nganjuk adalah Pusaka kyai Jurang Penatas dan kyai Tunggul (Wulung) sebagai pusaka andalan Nganjuk. Memiliki filosofi menghancurkan jurang pemisah, meratakan perbedaan yang ada.

Pusaka Tunggul (wulung) memiliki makna mengayomi dan melindungi. Seperti dalam pewayangan pusaka negara Amarta adalah songsong tunggul (wulung) yang dijaga para kesatria Pandawa. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X