Baca Juga: Kasus DBD di Riau Paling Banyak Ditemukan di Pekanbaru dan Dumai, Berikut Datanya
Seputaran Jalan Basuki Rahmad pada penghujung acara pun semakin riuh. Lantaran 20 Gunungan hasil bumi diperebutkan warga yang hadir menyaksikan Boyongan Natapraja dan Sedekah Bumi.
Dua pusaka yang diarak dari Berbek ke Nganjuk adalah Pusaka kyai Jurang Penatas dan kyai Tunggul (Wulung) sebagai pusaka andalan Nganjuk. Memiliki filosofi menghancurkan jurang pemisah, meratakan perbedaan yang ada.
Pusaka Tunggul (wulung) memiliki makna mengayomi dan melindungi. Seperti dalam pewayangan pusaka negara Amarta adalah songsong tunggul (wulung) yang dijaga para kesatria Pandawa.
Artikel Terkait
Hasil Indonesia Open 2024: Misi Revans Berhasil, Jorji ke Perempat Final! Besok Kembali Bertemu Wakil China
Pemprov Riau Sangat Komitmen dalam Mencegah Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
Stranas PK Dorong Kerja sama BUMN dan BUMD dalam Pemanfaatan Sampah
KPK Bahas Pelaksanaan Aksi Kebijakan Satu Peta di Riau
SK Program Studi Doktoral Sains Manajemen Terbit, UIR Siap Terima Mahasiswa Baru
10 Peserta Seleksi Jabatan PTP Jalani Tes Wawancara yang Akan Berlangsung Selama 3 Hari
Kasus DBD di Riau Paling Banyak Ditemukan di Pekanbaru dan Dumai, Berikut Datanya
Asisten III Setda Mura Hadiri Pelepasan Siswa-Siswi Kelas IX SMPN 1 Tanah Siang Selatan
BLK Tuban Buka Pendaftaran Pelatihan Angkatan 4
KKP Amankan Dua Perahu Pelaku Destructive Fishing di Sulut