RIAUMAKMUR.COM - Plt Bupati Sidoarjo, H.Subandi menggugah stakelhoders untuk ikut melestarikan kesenian khas Kabupaten Sidoarjo.
Disampaikan bahwa kelestarian seni dan budaya khas Sidoarjo menjadi tanggung jawab bersama. Kesejahteraan para senimannya pun patut dipikirkan bersama. Baik oleh pimpinan instansi pemerintah maupun swasta.
”Kesenian khas yang ada di Kabupaten Sidoarjo harus dipromosikan dan disebarluaskan agar tetap lestari, dan generasi muda kita dapat terus menikmatinya,” ajak Subandi.
Baca Juga: Pj Gubri: Harganas ke-31 Pemantik Untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas
Imbauan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran Bupati tentang Penyelenggaraan Kesenian Khas Daerah sebagai Atribut Kelengkapan Pembukaan Rangkaian Acara Tertanggal 23 Juni 2024.
Pemkab Sidoarjo, lanjut Plt. Bupati Subandi, ingin mengangkat nilai-nilai kesenian daerah khas Sidoarjo. Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala instansi vertikal, serta seluruh kepala instansi swasta.
Selain itu, para kepala desa/kelurahan se-Kabupaten Sidoarjo. Mereka diimbau untuk menampilkan kesenian daerah khas Kabupaten Sidoarjo saat menggelar acara.
Plt. Bupati menjelaskan, upaya mengangkat nilai-nilai kesenian daerah khas Sidoarjo merupakan bentuk pelestarian kesenian daerah. Seni dan budaya khas Sidoarjo adalah warisan yang melekat dalam sejarah kebudayaan Sidoarjo. Seperti seni tari, wayang kulit, kesenian patrol, dan sebagainya.
”Melestarikan kesenian daerah menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya tugas pemerintah,” ungkapnya.
Subandi menyatakan akan mengajak, mendorong, dan menggugah kepedulian semua stakeholder di Sidoarjo untuk berperan serta mempromosikan kesenian daerah khas Sidoarjo.
Baca Juga: 2.249 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali ke Tanah Air
Jika menggelar berbagai acara, harap Subandi, pemerintah daerah, instansi vertikal, maupun swasta dapat menampilkan seni tari, seni patrol, maupun seni-seni lainnya.
”Apalagi jika menggelar hajatan yang cukup besar. Penyelenggara saya minta menampilkan pagelaran wayang kulit Gagrak Porongan. Itu kesenian wayang khas Sidoarjo,” tambah Subandi.
Bagaimana menyelenggarakannya, di Kabupaten Sidoarjo, ada sanggar-sanggar kesenian. Mereka tersebar di berbagai kecamatan. Macam-macam pula seni dan budaya yang ditekuni. Para seniman bisa ditampilkan secara bergiliran. Dengan begitu, seluruh sanggar seni yang ada di Kabupaten Sidoarjo bisa diberdayakan.
Artikel Terkait
Jajaran BKKBN Riau Bersama Mitra Ikuti Puncak Harganas
Menko PMK Kunjungi Stand UPPKA BKKBN Riau
LAM Riau Keluarkan Himbauan Larangan Judol dan Pinjol
BRGM Operasi Modifikasi Cuaca Dukung Pengendalian Karhutla di Riau
Pedagang UMKM Raub Keuntungan Dari Wisatawan di Sungai Sarudik
Damkar Provinsi Gorontalo Lakukan Penanganan Kebakaran di Dungingi Kota Gorontalo
Kabupaten Kampar Raih Penghargaan Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2024
2.249 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali ke Tanah Air
Bai Jingting Siap Pancarkan Pesona Sang Yan yang Berbeda di Drama The First Frost, Dijamin Bikin Jatuh Cinta!
Pj Gubri: Harganas ke-31 Pemantik Untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas