RIAUMAKMUR.COM - Siapa sangka, tumbuhan talas ternyata bisa diolah menjadi camilan lezat dan sehat. Adalah Devi Nur Lailia (35), warga Desa Jethak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, yang mampu mengolah talas menjadi camilan sehat yang banyak digemari tersebut.
Sejak memulai usaha makanan ringan pada 2016 silam, Devi menciptakan inovasi keripik talas yang kini menjadi salah satu produk unggulan dengan label "D'Queen Official".
Devi mengungkapkan bahwa dirinya memulai usaha ini penuh dengan perjuangan, termasuk jatuh bangun pasca-perceraian dengan mantan suaminya, berpindah lokasi usaha, dan terus berinovasi.
Baca Juga: Pj Gubri: Harganas ke-31 Pemantik Untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas
Bermodalkan doa dari kedua orang tuanya, Devi memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di Desa Jethak pada 2021. Setelah satu tahun beristirahat dan menata hati, ia bergabung dengan komunitas UMKM dan mulai membuka kembali usaha camilannya yang mendapat banyak permintaan dari konsumen.
Pada 2022, Devi mencoba inovasi baru dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal seperti talas. Ia juga memproduksi banana sweet dengan bumbu rujak siap saji dan beberapa produk lainnya.
Keripik talasnya tersedia dalam berbagai varian rasa seperti pedas, sapi panggang, dan balado, sedangkan keripik banana sweat hadir dengan rasa cokelat, matcha, dan karamel.
Devi menjelaskan, salah satu produknya, keripik banana sweet varian rasa cokelat, berhasil meraih juara kedua dalam lomba One Village One Product (OVOP) Tahun 2023 se-Kabupaten Tuban. Diketahui, produk ini diolah dari pisang bangil dengan teknik khusus.
"Bisa dibilang banana sweat rasa cokelat jadi unggulannya Kecamatan Montong, yang pernah menjadi juara 2 lomba OVOP Kabupaten Tuban," terangnya kepada tim LPPL Radio Pradya Suara, Sabtu (29/6/2024).
Untuk kemasan premium, Devi mematok harga mulai dari Rp14 ribu untuk keripik talas dan Rp17 ribu untuk keripik banana sweet. Selain dijual dalam kemasan kecil, keripik pisang buatannya juga dipasarkan dalam takaran besar, dengan harga Rp75 ribu per kilogram dan Rp40 ribu untuk setengah kilogram, sedangkan keripik daun talasnya dijual dengan harga Rp65 ribu per kilogram dan Rp35 ribu per setengah kilogram.
Baca Juga: 2.249 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali ke Tanah Air
Produk lainnya seperti baso aci dan seblak instan dijual seharga Rp5 ribu untuk kemasan mini dan Rp9 ribu untuk kemasan besar, sementara bumbu rujak dibanderol Rp15 ribu.
Lebih lanjut, Devi mengungkapkan bahwa produk buatannya kini mengisi rak jajanan di beberapa pasar modern di Kota Tuban seperti Bravo Samudra, Indomart, hotel-hotel, toko oleh-oleh khas Tuban, dan WBL Lamongan. Tak hanya menjangkau daerah tetangga, Ia juga memiliki reseller di Surabaya dan menjual produknya secara online melalui marketplace.
“Seluruh produk D'Queen Official sudah memiliki sertifikat halal dan izin PIRT, serta tahan hingga satu tahun meskipun tertera 7 bulan pada kemasan,” ujarnya.
Artikel Terkait
Jajaran BKKBN Riau Bersama Mitra Ikuti Puncak Harganas
Menko PMK Kunjungi Stand UPPKA BKKBN Riau
LAM Riau Keluarkan Himbauan Larangan Judol dan Pinjol
BRGM Operasi Modifikasi Cuaca Dukung Pengendalian Karhutla di Riau
Pedagang UMKM Raub Keuntungan Dari Wisatawan di Sungai Sarudik
Damkar Provinsi Gorontalo Lakukan Penanganan Kebakaran di Dungingi Kota Gorontalo
Kabupaten Kampar Raih Penghargaan Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2024
2.249 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali ke Tanah Air
Bai Jingting Siap Pancarkan Pesona Sang Yan yang Berbeda di Drama The First Frost, Dijamin Bikin Jatuh Cinta!
Pj Gubri: Harganas ke-31 Pemantik Untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas