Baca Juga: Asuransi Jemaah, Kakanwil: Langsung Ditransfer ke Rekening yang Bersangkutan
Pada event Pacu Jalur tahun 2023, perputaran uang mencapai miliaran rupiah. Disbudpar Kuansing telah menghitung berdasarkan beberapa indikator. Indikator pertama adalah pelaku UMKM.
Pelaku UMKM binaan Pemkab Kuansing, Baznas Kuansing dan OK OC sebanyak 750 orang. Omzetnya diperkirakan mencapai Rp2 juta per hari. Kemudian, 450 pelaku UMKM yang berasal dari luar Kuansing, diperkirakan omzetnya mencapai Rp4 juta per hari. Lalu, pedagang lainnya sebanyak 2.323 orang dengan omzet per harinya Rp2,5 juta.
Akomodasi juga menjadi indikator perhitungan perputaran uang di Kuansing. Ada 427 kamar hotel dan wisma di Kuansing. Harganya Rp400 ribu per hari. Selain hotel dan wisma, ada juga homestay sebanyak 75 unit dengan harga Rp500 ribu per hari.
Baca Juga: PJ Bupati Minta MPLS Mencakup Pembentukan Karakter Anak Didik
Dari pengunjung, perputaran uang sekitar Rp85.996.250.000 selama lima hari. Kemudian, dari kamar hotel dan wisma diperkirakan mencapai Rp1.024.800.000. Kemudian, dari homestay adalah Rp337.500.000. Lalu, dari restoran, rumah makan dan warung kopi sekitar Rp3.585.400.000. Total perputaran uang di Kuansing selama event Festival Pacu Jalur 2023 adalah Rp90.943.950.000.
Serba-serbi Pacu Jalur Ada Tukang Onjay hingga Meriam Karbit
Festival Pacu Jalur adalah bagian dari agenda KEN. Saban bulan Agustus acara ini digelar di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Pacu Jalur berhasil mendunia, viral di jagat maya. Banyak warganet memarodikan Pacu Jalur, terutama meniru tarian bocah di atas jalur.
Baca Juga: Bikin Terharu, 4 Guru Berlinang Air Mata dan Sujud Syukur Dihadiahi Umroh dari Pj Gubri SF Hariyanto
Secara etimologinya, kata pacu bermakna "perlombaan", sedangkan kata jalur merujuk kepada "perahu" atau "sampan". Secara sederhana, Pacu Jalur dapat diterjemahkan sebagai "perlombaan mendayung perahu" atau "perlombaan mendayung sampan".
Atraksi Pacu Jalur dimulai dengan bunyi meriam sebanyak 3 kali. Meriam karbit ini sengaja digunakan agar para peserta Pacu Jalur bisa mendengar jelas aba-aba dari panitia. Jika aba-aba memakai peluit, suaranya tidak akan terdengar oleh peserta lomba. Karena luasnya arena pacu dan riuhnya ribuan penonton yang menyaksikan perlombaan.
Di setiap jalur yang ditumpangi ada tukang concang alias pemberi aba-aba, tukang pinggang atau juru mudi, tukang tari dan tukang onjay. Setelah meriam karbit diletupkan, mereka berlomba-lomba menerobos arus sungai kuantan. Menuju garis finish.
Roni Rakhmat menuturkan, menurut tradisi lisan masyarakat setempat, Pacu Jalur pada mulanya merupakan sarana transportasi menyusuri sungai Batang Kuantan dari Hulu Kuantan hingga ke Cerenti di muara sungai Batang Kuantan.
"Karena transportasi darat belum berkembang pada masa itu, jalur tersebut sebenarnya digunakan sebagai sarana transportasi penting bagi penduduk desa. Digunakan sebagai sarana pengangkutan hasil bumi, seperti buah-buahan lokal dan tebu. Selain itu, berfungsi untuk mengangkut sekitar 40-60 orang per perahu atau sampannya," kata Roni.
Artikel Terkait
Sekdaprov Riau Harap Festival Pacu Jalur Jadi Momen Kebangkitan UMKM di Kuansing
193 Jalur Siap Berlaga Pada Festival Pacu Jalur Tradisional 2023, Semua Atlet Diasuransi
Festival Pacu Jalur Kembali Masuk KEN 2023, Muhammad Amin: Masuk Dalam 32 Persen Event Terbaik di Indonesia
SF Hariyanto: Festival Pacu Jalur Jadi Momen Peningkatan Perekonomian Masyarakat
Festival Pacu Jalur, Cakaran Garuda Muda KONI Targetkan Tembus Final
Sandiaga Sebut Festival Pacu Jalur Momentum Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Riau
Dampingi Alvino ke Studio TV Nasional, Anggota DPRD Riau Ini Bangga dan Terharu Karena Pacu Jalur Makin Viral
Dibalik Sorotan Dunia Karena Festival Pacu Jalur, Ada 'Sumber Petaka' Ini di Batang Kuantan
Berperan Aktif Melestarikan Tradisi Budaya Pacu Jalur Kuansing, Perusahaan di Riau Ini Diganjar Penghargaan
Festival Pacu Jalur Masuk TOP 10 Kharisma Event Nusantara 2024