Seharusnya Sudah Beroperasi, Mengapa Operasional Pelabuhan Internasional Kijing Masih Tertunda?

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Kamis, 15 Agustus 2024 | 07:03 WIB
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus bersama tim saat peninjauan ke Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (20/6/2024).  (Ucha/vel)
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus bersama tim saat peninjauan ke Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (20/6/2024). (Ucha/vel)

RIAUMAKMUR.COM - Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, digadang-gadang menjadi pelabuhan terbesar di Kalimantan sekaligus masuk dalam jajaran pelabuhan terbesar di Indonesia.

Namun, sejak diresmikan pada Agustus 2022, pelabuhan ini belum beroperasi secara optimal karena masih terkendala akses jalan yang belum memadai.

“Menurut Pelindo, pelabuhan ini sudah siap untuk melayani curah kering, curah basah, dan peti kemas. Namun, kendala utama adalah akses jalan menuju ke pelabuhan ini, sehingga operasional peti kemas masih dibatasi karena lebar jalan yang masih terbatas,” jelas Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus dikutip dari dpr.go.id pada Kamis (15/8/2024).

Baca Juga: Waduh! Restoran Cepat Saji Ternama di Pontianak Ini Tunggak Pajak hingga Rp800 Juta

Lasarus mendorong pemerintah untuk segera turun tangan agar pelabuhan tersebut bisa beroperasi secara penuh.

Dalam rapat kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di kawasan Pelabuhan Kijing sebelumnya juga telah dibahas mengenai upaya pelebaran jalan dan wacana pembangunan jalan tol sebagai akses menuju dan dari pelabuhan.

“Jika persoalan jalan ini belum selesai, apakah akan dibangun jalan tol atau memperlebar jalan yang sudah ada, pilihannya ada di tangan pemerintah. Yang penting sekarang adalah segera menyelesaikan akses jalan menuju ke pelabuhan ini,” kata politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut usai rapat dengan PT Pelindo, Kementerian Perhubungan, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: 13 Makanan Khas Pontianak Kalimantan Barat, Mau Coba Yang Mana?

Selain diproyeksikan menjadi hub bagi lalu lintas barang di Kalimantan, kawasan ini juga disiapkan untuk menjadi kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan.

Saat ini, Pupuk Saraswati menjadi salah satu perusahaan yang telah mendirikan pabrik di kawasan tersebut.

“Dari 200 hektar lahan yang sudah disiapkan, hanya tinggal 60 hektar yang masih tersedia. Artinya, 140 hektar sudah disewa oleh investor. Ini menunjukkan adanya daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasinya di sini. Nantinya, mereka akan berproduksi di sini dan barangnya bisa dikirim ke seluruh dunia,” jelas Lasarus.

Baca Juga: 18 Destinasi Wisata Wajib di Pontianak Kalimantan Barat, Termasuk Titik Lintasan Garis Khatulistiwa

Sebagai legislator Dapil Kalimantan Barat II, Lasarus berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun akses jalan ke Pelabuhan Internasional Kijing, yang direncanakan akan menggantikan peran Pelabuhan Dwikora, Pontianak, yang memiliki keterbatasan lahan.

“Kami berharap pemerintah segera hadir untuk mempercepat pembangunan akses jalan yang menjadi kelengkapan dari pelabuhan ini,” tutup Lasarus.

Berdasarkan laporan pandangan mata, perjalanan dari Kota Pontianak ke Pelabuhan Kijing melalui rute Pantai Utara Kalimantan Barat masih didominasi oleh jalan satu lajur untuk masing-masing arah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X