RIAUMAKMUR.COM - MADANI Berkelanjutan sadar akan perubahan iklim yang menjadi tantangan bagi pembangunan di Provinsi Maluku Utara.
Untuk itu, Mereka mendirikan Sekolah Pembangunan untuk mengajak kaum muda Maluku berperan aktif memahami pembangunan berkelanjutan.
Sekolah Pembangunan telah diadakan di Kota Ambon pada 23-24 Agustus 2024. Sekolah ini bertujuan untuk kaum muda Maluku memahami pembangunan berkelanjutan demi menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga: PUPR Realisasikan Pembangunan 9,2 Juta Hunian sejak 2015, Fokus pada Penyediaan Rumah Layak
Provinsi Maluku dengan lebih dari 1.340 pulau dan 93 persen wilayahnya merupakan lautan, menghadapi tantangan besar dalam pembangunan. Apalagi, saat dihadapkan dengan berbagai persoalan sosial dan lingkungan terkait dengan perubahan iklim.
Untuk itu, MADANI Berkelanjutan mengajak kaum muda Maluku untuk berperan aktif dengan memahami konsep pembangunan berkelanjutan lewat Sekolah Pembangunan.
Direktur Eksekutif MADANI Berkelanjutan, Nadia Hadad menegaskan pentingnya peran orang muda dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Program Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang: Siswa Tokyo Kunjungi Jakarta dan Yogyakarta
“Krisis iklim sangat berdampak kepada negara-negara kepulauan seperti Indonesia, terutama Provinsi Maluku yang memiliki banyak pulau-pulau kecil. Kenaikan muka air laut sangat mempengaruhi kehidupan, budaya dan pola hidup masyarakat Maluku yang umumnya tinggal di sekitar garis pantai," kata Nadia.
"Jika pola pembangunan sekarang yang serba eksploitatif tidak diubah, dampaknya akan semakin parah di tahun-tahun mendatang. Karena itu orang muda punya peran penting dalam memastikan agar pembangunan tidak merusak lingkungan dan terjadi keadilan iklim,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Lead Program Green Development MADANI Berkelanjutan, Resni Soviyana, menjelaskan bahwa mereka memiliki fokus untuk memperkuat inisiatif antar pemangku kepentingan. Hal ini akan gencar dilakukan untuk mengatasi krisis iklim di masa mendatang.
“Dengan adanya Sekolah Pembangunan ini, kami berharap dapat membangun kolaborasi antara orang-orang muda, pemerintah dan stakeholder lainnya. Sekolah Pembangunan dapat menjadi wadah bagi orang-orang muda Maluku agar mereka menjadi lebih kritis dan memiliki jiwa yang peduli terhadap pelestarian,” kata Resni Soviyana.
Resni juga berharap para peserta Sekolah Pembangunan dapat berkomitmen dan bersemangat untuk terus mengikuti seluruh rangkaian Sekolah Pembangunan.
Sekolah ini akan mendatangkan narasumber-narasumber dari berbagai elemen, seperti akademisi, praktisi dan juga dari perwakilan pemerintah.
Artikel Terkait
Polwan Polda Aceh Gelar Bakti Kesehatan untuk Disabilitas
Wakapolda Aceh Buka Rakernis Fungsi Ditbinmas 2024
KONI Jakarta Andalkan Bank Aceh untuk Kelancaran Transaksi selama PON Aceh-Sumut
Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi Setor Dividen Rp7,6 Miliar
Menpora Dito Ariotedjo Apresiasi Dukungan Sinergi Kelompok Usaha Indonesia untuk Atlet Olimpiade Paris 2024
Menpora Dito Apresiasi Desain Kostum Paralimpiade 2024 Karya Didiet Maulan
Maju di Pilkada Bengkalis, SANDI Ingin ASN dan Penerima Bansos Merdeka, Syahrial: Tidak Boleh Ada Beban Politik
Menpora Dito Ariotedjo Dukung Kejurnas BAVETI XI 2024 di Balikpapan
Program Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang: Siswa Tokyo Kunjungi Jakarta dan Yogyakarta
PUPR Realisasikan Pembangunan 9,2 Juta Hunian sejak 2015, Fokus pada Penyediaan Rumah Layak