“Perundingan putaran pertama akan ditindaklanjuti dengan pertemuan intersesi secara virtual yang akan dilaksanakan pada Oktober 2024. Pertemuan ini akan membahas isu dan kerja sama lainnya, misalnya terkait usaha kecil dan menengah, persaingan usaha, kerja sama ekonomi dan isu terkait akses pasar perdagangan barang,” ujar Johni.
GCC merupakan aliansi kerja sama ekonomi dan politik yang beranggotakan enam negara, yaitu Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar.
Pada 2023, total perdagangan Indonesia—GCC mencapai USD 15,7 miliar.
Baca Juga: Cegah Penyebaran Rabies, 200 Kucing dan Anjing Divaksinasi
Pada tahun tersebut ekspor Indonesia ke GCC tercatat sebesar USD 6,1 miliar sedangkan impor Indonesia dari GCC tercatat sebesar USD 9,6 miliar.
Komoditas ekspor utama Indonesia ke GCC di antaranya mobil dan kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit, perhiasan, kapal suar, kertas, dan kertas karton tidak dilapisi.
Sedangkan impor utama nonmigas Indonesia dari GCC di antaranya produk setengah jadi dari besi atau baja bukan paduan, alkohol asiklik, belerang, polimer dari etilena, dan aluminium tidak ditempa.
Artikel Terkait
Begini Strategi Polda Jateng Kawal Pilkada 2024 Berjalan Damai
Polwan Polres Jepara Sumbang Medali Emas di PON XXI
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan Kepada Siswa Magang Meninggal Dunia
Sumut Targetkan 6 Emas Cabor Atletik PON 2024
Sat Narkoba Polres Dairi Sosialisasi Bahaya Narkoba
Women Support Women Penenun Ulos di Hari Pelanggan Nasional
Personel Polres Langkat Jalani Tes Psikologi
Sumbang Emas Ketiga Biliar, Sumut Optimis Juara Umum
PT KPI Kilang Dumai Kenalkan Tanda Tangan Digital dan Materai Elektronik untuk Digitalisasi Pengadaan di Vendor Day 2024
Kafilah Sumbar Berjuang di Final MTQN XXX, Kemenag: Mohon Dukungan dan Doa