"Pemprov Riau juga mengajak, seluruh pemangku kepentingan terkait, untuk memafaatkan dengan baik acara Riau Berkain 2024. Mari jaga warisan budaya Melayu agar tidak punah, sehingga terus tumbuh dan berkembang, terpelihara, dan lestari di tengah dinamika peradaban," ajak Elly.
Ciri khas dan keindahan Wastra Riau tidak akan pernah habis untuk dibicarakan dengan tuntas.
Masyarakat Riau patut berbangga hati karena Riau daerah yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, jaga kelestarian budaya kita agar tetap eksis di khalayak luas.
Terpisah, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Riau, Beni Febrianto mengungkapkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan.
Pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, dan para perajin batik bersatu padu untuk mempromosikan batik Riau melalui berbagai platform, baik secara offline maupun online.
Baca Juga: KDD Riau Kompleks RAPP Berhasil Kumpulkan 1.071 Kantong Darah
"Selain itu, inovasi desain juga terus dilakukan untuk menciptakan produk-produk batik Riau yang lebih modern dan sesuai dengan selera pasar saat ini," kata Beni.
Saat ini banyak motif batik Riau yang dikenal, seperti motif pucuk rebung, ikan patin, ombak bono, Istana Siak, perahu Baganduang dan bunga seroja. Motif ini mencerminkan kehidupan masyarakat Melayu yang erat kaitannya dengan alam.
Warna-warna cerah dan dominasi warna kuning emas pada batik Riau juga menjadi ciri khas yang membedakannya dengan batik dari daerah lain.
Selain itu, motif lain yang terbilang cukup unik, ada itik pulang petang, bunga kiambang, kuntum bujang, kuntum bersusun hingga tampuk manggis.
Motif-motif batik Riau tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Misalnya, motif pucuk rebung melambangkan harapan akan kehidupan yang lebih baik, sedangkan motif pucuk melaka melambangkan kekuatan dan keberanian.
Sayangnya, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan batik sebagai warisan budaya menjadi salah satu kendala dalam pengembangan industri batik Riau.
Banyak generasi muda yang lebih tertarik pada fasyen modern dan kurang mengenal batik sebagai bagian dari identitas bangsa.
Beni menjelaskan, untuk mengatasi masalah tersebut, berbagai upaya promosi telah dilakukan.
Pemerintah daerah sering kali mengadakan iven-iven yang berkaitan dengan batik, seperti lomba desain batik, pameran batik, dan fashion show batik. Selain itu, para perajin batik juga aktif mengikuti pameran-pameran di tingkat nasional maupun internasional.
Artikel Terkait
Pesawat Batik Air Rute Jakarta-Pekanbaru Gagal Mendarat di Bandara SSK II, Dialihkan ke Batam
Hadiri Istana Berbatik, Gubernur Syamsuar dan Istri Promosi Batik Riau
Dukung Batik Haji Nasional, Kemenperin Latih Industri Kecil Pakai Bahan Baku Halal
Milenial Membatik Pecahkan Rekor MURI, Bupati Hafidz: Komitmen Lestarikan Batik Lasem
Plt Kakanwil Kemenag Riau :Batik Haji 2024, Lambangkan Identitas Jemaah Haji Indonesia
Batik Tawarkan Peluang Besar bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
International Riau Fashion Week 2024: Ajang Promosi Batik dan Wisata Riau