UIN Ar-Raniry Bahas Isu Global Perempuan dengan Konsulat AS

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 17:23 WIB
UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kuliah umum bertajuk “The Global State of Women”
UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kuliah umum bertajuk “The Global State of Women”

RIAUMAKMUR.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kuliah umum bertajuk “The Global State of Women” yang menghadirkan Wakil Konsul Amerika Serikat untuk Sumatra, Kristy Mordhorst, sebagai pembicara utama, Rabu (30/10/2024).

Kuliah ini membahas berbagai isu terkait peran dan tantangan perempuan di dunia kerja, politik, dan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat rektorat ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) serta Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama (PKMB) UIN Ar-Raniry.

Baca Juga: Refleksi 20 Tahun Tsunami, TDMRC USK-AS Gelar Crisis Management Exercise

Sekitar 60 peserta, termasuk dosen dan mahasiswa, turut hadir dan antusias mengikuti diskusi yang menyoroti pentingnya kesetaraan gender.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof Saifullah Idris mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk membuka wawasan terkait kesetaraan gender.

"Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam mendorong keterlibatan perempuan dan menciptakan masa depan yang setara," ujarnya dalam rilisnya, Rabu (30/10/2024).

Baca Juga: Menkomdigi Ajak Pendeta di NTT Dukung Internet Sehat untuk Generasi Muda

Mordhorst dalam pemaparannya menyoroti berbagai data dari laporan Women, Business and the Law 2022 yang dirilis Bank Dunia.

Menurutnya, sekitar 2,4 miliar perempuan usia kerja masih menghadapi hambatan hukum dalam partisipasi ekonomi.

Ia juga mengungkapkan, satu dari tiga perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan berbasis gender, serta adanya kesenjangan yang signifikan di bidang politik, kesehatan, dan pendidikan.

Baca Juga: Petani Syukuri Selesainya Rehabilitasi Jaringan Daerah Irigasi Huludupitango di Limboto

"Sebanyak 736 juta perempuan di dunia, atau hampir satu dari tiga, mengalami kekerasan fisik atau seksual setidaknya sekali dalam hidup mereka," katanya.

Mordhorst juga menyoroti kemajuan yang telah dicapai, terutama dalam peningkatan jumlah perempuan di posisi kepemimpinan di sejumlah negara. Namun, ia menekankan perlunya keterlibatan semua pihak untuk mencapai kesetaraan gender yang menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X