Kisah Rektor Seminari San Dominggo Selamatkan Warga dan Aset Keuskupan Saat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Rabu, 13 November 2024 | 07:10 WIB
Penampakan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat mengalami erupsi.  (magma.esdm.go.id)
Penampakan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat mengalami erupsi. (magma.esdm.go.id)

RIAUMAKMUR.COM - Rektor Seminari Menengah San Dominggo Pastor Martinus Kapitan Sogen sempat memilih tidak mengungsi ketika erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Ketika diwawancara oleh Pro 3 RRI, Romo mengatakan bahwa erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki telah terjadi selama setahun terakhir.

"Setelah erupsi hebat kami beranggapan bahwa setelah itu mereda, sehingga memilih bertahan dulu," ungkapnya, Minggu (10/11/24).

Baca Juga: Gunung Lewotobi Kembali Erupsi Selasa Dini Hari

Romo Martinus juga mengatakan memilih untuk tetap tinggal dan berjaga sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah calon rohaniawan KatolHar

Namun keadaan menjadi tidak memungkinkan untuk tetap tinggal dan erupsi bertambah hebat dan memutuskan mengungsi.

Ia mengatakan, dampak erupsi begitu dasyat sehingga para guru, murid, penghuni seminari, juga masyarakat sekitar sementara mengungsi ke gereja sambil mengobati yang terluka serta berdoa.

"Kami memastikan warga seminari diungsikan terlebih dulu, baru kami belakangan. Itu prinsipnya," jelasnya.

Baca Juga: Kemensos: Bantuan Terus Disalurkan untuk Korban Erupsi Lewotobi

Ia menambahkan, ada 232 siswa yang tinggal di seminari, 30 orang staf dan pengajar dan 43 orang karyawan karyawati yang bekerja di kebun, di landang dan lain sebagainya.

Dikatakannya, sebelum mengungsi ia memastikan keamanan aset Keuskupan Larantuka yang begitu besar.

Semua pintu-pintu dipastikan terkunci lalu kemudian dijemput tim evakuasi.

Ia mengungsi mandiri ke Larantuka bersama satu orang guru. Sementara para siswa seminari telah dipulangkan ke rumah orang tua masing-masing.

"Guru dan pegawai sebagian pulang ke rumah masing-masing, sementara sebagian lainnya bertahan di Paroki Lewolaga," katanya.

Baca Juga: Lewotobi Erupsi, Bandara Komodo Labuan Bajo Ditutup Sementara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X