Jatim dan Graha Mutu Persada Tingkatkan Kepedulian Industri terhadap Lingkungan

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 20 November 2024 | 19:28 WIB
Para Narasumber, Dewi Mustika, ketua Komite tetap Industri dan Lingkungan kadin jawa timur. Bissyaiful, dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Lutfil Hakim Direktur PT Graha Mutu Persada. (InfoPublik)
Para Narasumber, Dewi Mustika, ketua Komite tetap Industri dan Lingkungan kadin jawa timur. Bissyaiful, dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Lutfil Hakim Direktur PT Graha Mutu Persada. (InfoPublik)

Baca Juga: Program Asta Cita Presiden RI, Forkopimda Banjar Giatkan Ketahanan Pangan

"Kalau industri besar dan menengah seperti rumah sakit, sudah sangat bagus karena pemerintah juga secara konsisten memberikan penilaian dan penghargaan, salah satunya adalah proper. Tetapi untuk industri menengah kecil memang masih perlu sentuhan lebih. Rata-rata kendala yang dihadapi mereka adalah dana yang dialokasi untuk pengolahan limbah tidak ada," akunya.

Sosialisasi harus terus digencarkan karena peraturan terus berubah. "Dan Permen KLH nomor 14/2024 ini baru diundangkan Oktober kemarin. Sehingga harus disosialisasikan. Melalui kegiatan ini, saya berharap bisa menemukan cara bagaimana menjaga lingkungan khususnya di Jatim dan bisa melangsungkan kegiatan bisnis serta industri yang ada di Jatim.

Keberlangsungan bisnis tidak akan lepas dari menjaga lingkungan, karena kalau lingkungan tidak bagus maka sustainablity industri juga akan terganggu," kata Lutfil Hakim.

Baca Juga: Petahana Diingatkan Tak Mutasi ASN untuk Dukungan Pilkada

Untuk itu, PT Graha Mutu Persada terus berupaya melakukan pendampingan dan menfasilitasi industri dalam melaksanakan permen 14/2024. "Bagaimana industri bisa memenuhi Permen. Karena kalau tidak dimengerti akan mengalami kesulitan. Kita berusaha untuk menfasilitasi," tandasnya. 

Walaupun industri di Jatim termasuk cukup patuh terhadap aturan, tetapi masih ada industri yang tidak taat dan mendapatkan sanksi.

"Rata-rata mereka tidak memenuhi baku mutu atau tidak memiliki kepatuhan sehingga mendapatkan sanksi.Melalui forum ini, kami berharap industri paham dengan aturan dan memenuhi semua kewajiban. Kami akan membantunya mereka untuk meningkatkan," ujar Lutfil Hakim.

Baca Juga: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Canangkan Desa Sumbersari Sleman sebagai Rintisan Kalurahan Gemar Membaca

Saat ini, lanjutnya, ada sekitar 3.200 industri yang bekerjasama. "Ada 250 rumah sakit di Jatim, termasuk dr Soetomo yang telah bekerjasama dengan kami. Kami juga telah membuka Cabang di Semarang, Kalimantan Tengah, Depok dan Kalimantan Timur," ungkapnya.

Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Bissyaiful mengungkapkan bahwa sejauh ini Provinsi Jatim melakukan sosialisasi cukup massif. Penilaian juga terus dilakukan.

"Ada proper emas, hijau dan lain sebagainya. Semua kita lakukan. Juga ada program Jatim Pusaka Lingkungan. Membantu mereka menyiapkan dalam mengelola lingkungan sehingga ketika ada penilaian lingkungan mereka sudah siap,"ujar Bissyaiful.

Baca Juga: Pemkab Banjar Siap Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden RI

Dalam setiap tahun, ada sekitar 85 industri menengah atas ya tidak diawasi secara langsung dan ada sekitar 300 industri yang diawasi secara tidak langsung karena keterbatasan pendanaan. "Bahkan di tahun ini ada 105 industri yang diawasi secara langsung,"katanya.

Ada 6 aspek yang diawasi, yaitu dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, B3, limbah B3 dan sampah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X