Baca Juga: Program Asta Cita Presiden RI, Forkopimda Banjar Giatkan Ketahanan Pangan
"Kalau industri besar dan menengah seperti rumah sakit, sudah sangat bagus karena pemerintah juga secara konsisten memberikan penilaian dan penghargaan, salah satunya adalah proper. Tetapi untuk industri menengah kecil memang masih perlu sentuhan lebih. Rata-rata kendala yang dihadapi mereka adalah dana yang dialokasi untuk pengolahan limbah tidak ada," akunya.
Sosialisasi harus terus digencarkan karena peraturan terus berubah. "Dan Permen KLH nomor 14/2024 ini baru diundangkan Oktober kemarin. Sehingga harus disosialisasikan. Melalui kegiatan ini, saya berharap bisa menemukan cara bagaimana menjaga lingkungan khususnya di Jatim dan bisa melangsungkan kegiatan bisnis serta industri yang ada di Jatim.
Keberlangsungan bisnis tidak akan lepas dari menjaga lingkungan, karena kalau lingkungan tidak bagus maka sustainablity industri juga akan terganggu," kata Lutfil Hakim.
Baca Juga: Petahana Diingatkan Tak Mutasi ASN untuk Dukungan Pilkada
Untuk itu, PT Graha Mutu Persada terus berupaya melakukan pendampingan dan menfasilitasi industri dalam melaksanakan permen 14/2024. "Bagaimana industri bisa memenuhi Permen. Karena kalau tidak dimengerti akan mengalami kesulitan. Kita berusaha untuk menfasilitasi," tandasnya.
Walaupun industri di Jatim termasuk cukup patuh terhadap aturan, tetapi masih ada industri yang tidak taat dan mendapatkan sanksi.
"Rata-rata mereka tidak memenuhi baku mutu atau tidak memiliki kepatuhan sehingga mendapatkan sanksi.Melalui forum ini, kami berharap industri paham dengan aturan dan memenuhi semua kewajiban. Kami akan membantunya mereka untuk meningkatkan," ujar Lutfil Hakim.
Saat ini, lanjutnya, ada sekitar 3.200 industri yang bekerjasama. "Ada 250 rumah sakit di Jatim, termasuk dr Soetomo yang telah bekerjasama dengan kami. Kami juga telah membuka Cabang di Semarang, Kalimantan Tengah, Depok dan Kalimantan Timur," ungkapnya.
Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Bissyaiful mengungkapkan bahwa sejauh ini Provinsi Jatim melakukan sosialisasi cukup massif. Penilaian juga terus dilakukan.
"Ada proper emas, hijau dan lain sebagainya. Semua kita lakukan. Juga ada program Jatim Pusaka Lingkungan. Membantu mereka menyiapkan dalam mengelola lingkungan sehingga ketika ada penilaian lingkungan mereka sudah siap,"ujar Bissyaiful.
Baca Juga: Pemkab Banjar Siap Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden RI
Dalam setiap tahun, ada sekitar 85 industri menengah atas ya tidak diawasi secara langsung dan ada sekitar 300 industri yang diawasi secara tidak langsung karena keterbatasan pendanaan. "Bahkan di tahun ini ada 105 industri yang diawasi secara langsung,"katanya.
Ada 6 aspek yang diawasi, yaitu dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, B3, limbah B3 dan sampah.
Artikel Terkait
Kinerja Polri Gagalkan Keberangkatan Korban TPPO Tuai Apresiasi
Petahana Diingatkan Tak Mutasi ASN untuk Dukungan Pilkada
Kadisarpustaka Kapuas Narsum pada Rakernis Perpustakaan se Kalteng
Sejuk dan Segarnya Kebun Edukasi Anggur Desa Krejengan
Kadin Sumbar: Visi Paslon Gubernur Penting untuk Kemajuan Ekonomi Daerah
Pemkab Banjar Siap Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden RI
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Canangkan Desa Sumbersari Sleman sebagai Rintisan Kalurahan Gemar Membaca
Program Asta Cita Presiden RI, Forkopimda Banjar Giatkan Ketahanan Pangan
Komitmen Wujudkan Daerah Tertib Ukur, Kabupaten Banjar Gelar Sosialisasi
Tingkatkan Pemahaman Tenaga Kesehatan, DPPPA KB Kalsel Sosialisasi Konvensi Hak Anak