RIAUMAKMUR.COM - Sebagian orang ingin menikmati setiap momen di dunia nyata tanpa harus memikirkan tentang media sosial. Contoh yang nyata terjadi ketika seseorang menghadiri konser musik dari musisi idolanya yang tampil di atas panggung. Ribuan kamera bak bintang-bintang bersinar terang dari para penonton kepada sang superstar, kemudian momen itu dibagikan di media sosial pribadi mereka. Namun, tanpa sadar mereka menikmati momen itu dengan layar ponsel mereka. Padahal, sang idola jelas-jelas ada di hadapan mereka.
Itu adalah contoh kecil yang acapkali disebut dengan Fear of Missing Out (FOMO), sebuah fenomena yang kini tengah menyelimuti para pengguna di media sosial. Mereka seolah takut ketinggalan momen-momen yang ada di kehidupan nyata agar bisa dibagikan di dunia maya. Berkaca dari hal itu, terdapat sebuah kebalikan dari FOMO yakni JOMO (Joy of Missing Out). JOMO juga merupakan istilah yang kerap dipakai bagi orang yang justru menikmati saat mereka ketinggalan momen seru di media sosial.
Apa Itu JOMO?
Baca Juga: Mengintip Kisah Immanuel Ebenezer, Seorang Driver Ojol yang Kini Bantu Presiden Prabowo Jadi Menteri
Jika kembali mengambil contoh saat momen konser, maka orang itu lebih memilih menikmati momen sang idola bernyanyi ketimbang harus repot-repot mengambil kameranya. Dikutip dari Cleveland, JOMO memungkinkan seseorang untuk menjadi diri sendiri tanpa harus mendapatkan pengakuan orang lain. Seorang Psikolog, Albers, mengungkap sisi lain dari JOMO yang dianggap memberikan manfaat dari sisi psikologi.
"JOMO lebih berfokus pada kualitas ketimbang kuantitas," ujar sang psikolog.
"(Contohnya) seseorang bisa saja membuat daftar panjang untuk segala hal untuk dibagikan di media sosial, namun JOMO akan membuat seseorang lebih fokus terhadap hal-hal kecil yang ada di sekitarnya," ungkapnya.
Baca Juga: TNI Korem Lilawangsa Fogging Cegah DBD
Lantas, apa saja manfaat JOMO berdasarkan pengamatan dari sisi psikologi dan bagaimana cara terbaik untuk memulainya? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Manfaat
Albers mengungkap tiga manfaat yang lahir dari kecenderungan seseorang yang 'JOMO' dalam menjalani kehidupannya:
1. Meningkatkan sisi produktivitas dan fokus dalam kegiatan sehari-hari.
2. Meningkatkan keterlibatan emosional dalam menjalin hubungan sosial di lingkungan sekitar.
3. Meningkatkan kesejahteraan emosional dan kesehatan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sisi Buruk
Artikel Terkait
Diskominsa Pidie Tingkatkan Layanan Informasi Publik Melalui Pendampingan PPID
KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Korporasi Kasus AGK
Pemerintah Salurkan Bantuan Internet Gratis ke Pengungsi Lewotobi
Dalam Sebulan, Kemkomdigi Blokir Ratusan Ribu Situs Judol
Tenaga Pendidik se-Jabar akan Dilatih Jadi Guru Penggerak, Sekda Jabar: Tanpa Kecuali!
Pemda Harus Manfaatkan Teknologi Digital untuk Jalin Komunikasi ke Masyarakat
TNI Korem Lilawangsa Fogging Cegah DBD
Kumpulkan Para Menteri, Menko Pratikno Bahas Libur Nataru
Mengintip Kisah Immanuel Ebenezer, Seorang Driver Ojol yang Kini Bantu Presiden Prabowo Jadi Menteri