RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebut filisida terjadi karena ketidaksiapan membangun keluarga. Sehingga kekerasan dapat dilakukan ke anaknya sebagai pihak yang dianggap lemah.
“Lalu juga ada tekanan ekonomi faktornya yang menjadi penyebab. Belum lagi ada kecanduan hal negatif, seperti judi dan game online,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Minggu (19/1/2025).
Menurutnya, kesiapan hidup dalam berkeluarga harus diperkuat. Sehingga telah disiapkan bimbingan perkawinan yang diperluas.
Baca Juga: Menang di WTO, Menko Airlangga: Ini Bukti Bahwa Kekuatan Indonesia
“Pasangan harus saing menyayangi, penguatan tersebut juga dilakukan dari sisi agamanya. Lalu memperkuat pengasuhan di keluarganya,” katanya.
Diketahui, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menganggap Indonesia darurat filisida (kasus pembunuhan orang tua terhadap anak). Sepanjang 2024, tercatat ada 60-an kasus anak menjadi korban filisida.
Artikel Terkait
Menang di WTO, Menko Airlangga: Ini Bukti Bahwa Kekuatan Indonesia
Indonesia-Singapura akan Wujudkan Investasi Energi Bersih dan Penguatan Tenaga Kerja
OJK Ajak BPD Lakukan Penguatan Tata Kelola
BNPT - PP Muhammadiyah Kolaborasi Kuatkan Moderasi Beragama
Optimalisasi Penyerapan Gabah Petani, Kunci Swasembada Pangan
KKP Segel Pagar Laut di Perairan Bekasi
Gelombang Pasang Sapu Permukiman Warga Kuala Selat Inhil
Sambangi BNN, Legislator Tanjung Balai Ingin Loka Rehabilitasi
Jadwal Final India Open 2025, Dua Wakil Korea Berjaya dan Incar Gelar Dua Minggu Berturut-Turut
Sinopsis dan Jadwal Tayang Perfect Match, Drama Kostum Romansa dan Komedi Terbaru yang Bertabur Bintang