RIAUMAKMUR.COM - Di tengah gelapnya malam, di perairan Selat Malaka yang tenang namun penuh misteri, sebuah operasi besar sedang berlangsung.
Tim gabungan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, Bea Cukai Bengkalis, dan Polda Riau, dengan dukungan intelijen yang akurat, bergerak cepat dan diam-diam.
Target operasi adalah jaringan penyelundup narkoba internasional yang beroperasi di perairan Pantai Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Baca Juga: Gagal Diselundupkan, 1,5 Kg Sabu Senilai Rp1,5 Miliar Disita di Bandara SSK II Pekanbaru
Kurir narkoba membawa 90 kilogram sabu dari luar negeri ke Indonesia.
Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan operasi ini bukanlah operasi biasa. Ini adalah pengejaran yang mendebarkan, sebuah aksi yang mirip dengan film-film laga Hollywood.
"Tim khusus Elang Malaka, yang bekerja sama dengan Bea Cukai Bengkalis, telah melakukan penyelidikan intensif selama dua minggu terakhir. Mereka menyusuri setiap sudut perairan Pulau Bengkalis, mencari petunjuk dan mengumpulkan informasi sekecil apapun yang bisa membantu mengungkap jaringan gelap ini," kata Yudha kepada media center Riau, Jumat (14/2/2025).
Hingga akhirnya, pada Selasa (11/2) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, titik terang mulai muncul. Tim patroli laut gabungan mencurigai sebuah speed boat yang melintas di perairan Sepahat.
Baca Juga: Polda Riau Gagalkan Pengiriman 9 Kg sabu dan 9 Ribu Pil Ekstasi ke Pekanbaru
"Gerak-geriknya mencurigakan, seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Tanpa ragu, petugas mencoba untuk menghentikan dan memeriksa kapal tersebut," kata Yudha.
Namun, bukan menyerah, speed boat itu justru menambah kecepatan dan berusaha melarikan diri. Inilah awal dari pengejaran yang mendebarkan. Di tengah gelapnya malam, di bawah rembulan yang menjadi saksi bisu, petugas dan pelaku kejar-kejaran di tengah laut.
Ombak yang besar dan angin malam tidak menggentarkan semangat petugas. Mereka terus mengejar, tidak membiarkan buruan mereka lolos.
Setelah kejar-kejaran yang menegangkan, petugas akhirnya berhasil menghentikan speed boat tersebut. Dua pria terlihat di dalamnya, wajah mereka pucat dan ketakutan.
Mereka adalah JM (35) dan IF (21), keduanya warga Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis. Keduanya diduga kuat adalah "becak laut", istilah untuk kurir yang bertugas menjemput narkoba dari Malaysia dan menyelundupkannya ke Indonesia melalui jalur laut.
"Penggeledahan pun dilakukan. Hasilnya sangat mengejutkan. Petugas menemukan 90 bungkus sabu dengan berat sekitar 90 kg dan 10 bungkus pil ekstasi. Jumlah yang sangat besar, cukup untuk merusak ribuan generasi muda Indonesia," jelas Yudha.
Artikel Terkait
Gagal Diselundupkan, 1,5 Kg Sabu Senilai Rp1,5 Miliar Disita di Bandara SSK II Pekanbaru
Kejari Demak Musnahkan Barang Bukti Tindak Kejahatan, Mulai Sabu, Uang Palsu hingga Miras
Ini Kronologi Penangkapan Budak Sabu Asal Batuputih
Sinergi TNI-Polri dan Bea Cukai Amankan Dua Kurir Sabu di Perbatasan RI-Malaysia
Polda Riau Sita 76 Kg Sabu dan 41 Ribu Ekstasi dari Jaringan Internasional
Tim Gabungan Gagalkan Pengiriman 20 Kg Sabu dan Belasan Ribu Pil Ekstasi ke Pekanbaru
Polda Gagalkan Peredaran 30 Kg Sabu dari Malaysia, Kurir Diberi Tembakan Terukur
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Sabu, Dua Kurir Ditangkap
BNNP Riau Sita Kg Sabu, 86.058 Butir Ekstasi, dan 803 Gram Ganja di 2024
Kecelakaan Maut di Pekanbaru: Satu Keluarga Tewas, Pelaku Positif Sabu dan Tak Tidur 3 Hari