Prabowo Ingin Petani Hidup Makmur, Tapi Harga Gabah di Lampung Anjlok di Bawah HPP

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Kamis, 24 April 2025 | 07:55 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto saat acara tanam raya di Sumatera Selatan (kiri) dan keluhan petani soal harga gabah yang anjlok di Lampung (kanan). (YouTube.com / Sekretariat Presiden - Facebook.com / Edi Pertanian Milenial)
Presiden RI, Prabowo Subianto saat acara tanam raya di Sumatera Selatan (kiri) dan keluhan petani soal harga gabah yang anjlok di Lampung (kanan). (YouTube.com / Sekretariat Presiden - Facebook.com / Edi Pertanian Milenial)

RIAUMAKMUR.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan harapannya agar petani di Indonesia dapat hidup makmur, memiliki rumah layak hingga mobil mewah.

Harapan itu disampaikan saat kegiatan Tanam Raya Bersama di Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu, 23 April 2025.

"Kalau pangan kita aman, negara aman. Nggak usah takut saham naik atau turun. Tapi selama kita bisa produksi pangan, negara kita aman. Negara kita kaya. Yang sekarang penting adalah pemerataan kekayaan tidak boleh terpusat di segelintir orang," kata Prabowo.

Baca Juga: Gak Sido Umroh! Petani Bojonegoro Keluhkan Harga Gabah Anjlok ke Rp5.000 per Kg, Jauh di Bawah HPP

Presiden juga berterima kasih kepada pemerintah daerah dan kelompok tani yang telah bekerja keras meningkatkan produktivitas pertanian.

Namun di tengah harapan itu, keluhan petani justru mengemuka dari daerah.

Petani di Kabupaten Mesuji, Lampung, menyebut harga gabah anjlok jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram (kg).

Dalam video yang diunggah akun Facebook Edi Pertanian Milenial, seorang petani mengungkapkan hanya mampu menjual gabah seharga Rp5.400 per kg.

Baca Juga: Petani Lampung Nangis! Harga Gabah Cuma Rp5.400, Curhat Langsung ke Presiden Prabowo

Ia kecewa karena harga di lapangan tidak mencerminkan kebijakan yang telah diumumkan pemerintah.

"Tidak sesuai omongan, katanya harga padi standar Rp6.500, tapi di Lampung Selatan, harga anjlok," kata petani tersebut dalam unggahan yang dilihat pada Rabu, 23 April 2025.

Ia juga menegaskan bahwa padi yang dijual merupakan varietas unggul atau A1. "Padahal ini padi A1 (kualitas tinggi). Gimana ini, Pak Prabowo?" ujarnya.

Kondisi ini menjadi catatan penting di tengah semangat pemerataan ekonomi dan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X