Kronologi Ledakan di Garut, Amunisi Tiba-Tiba Meledak dari Lubang dalam Tanah

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Senin, 12 Mei 2025 | 17:53 WIB
Ilustrasi ledakan amunisi atau bahan peledak. (Unsplash.com/@JeffKingma)
Ilustrasi ledakan amunisi atau bahan peledak. (Unsplash.com/@JeffKingma)

RIAUMAKMUR.COMLedakan maut terjadi saat kegiatan pemusnahan amunisi milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin pagi, 12 Mei 2025.

Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia, empat di antaranya merupakan personel TNI.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, membenarkan insiden tragis tersebut dalam konferensi pers yang digelar pada hari yang sama.

Baca Juga: Daftar Nama Korban Tewas Ledakan Amunisi di Garut, Termasuk Dua Anggota TNI

“Pada pukul 09.30 WIB, TNI AD melaksanakan kegiatan pemusnahan amunisi yang sudah tidak layak pakai, bertempat di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, pemusnahan dilakukan oleh jajaran Gudang Pusat Munisi III Pusat Peralatan TNI AD. Seluruh prosedur keamanan telah dijalankan, termasuk pengecekan terhadap personel maupun lokasi kegiatan.

“Semuanya dinyatakan dalam keadaan aman,” tegas Wahyu.

Baca Juga: Ledakan Amunisi Usang di Garut Tewaskan 13 Orang, Termasuk 4 Prajurit TNI, Ini Daftar Nama Korbannya

Menurutnya, tim penyusun amunisi menyiapkan dua lubang sumur untuk proses peledakan.

Kedua lubang tersebut digunakan untuk menghancurkan munisi, dan peledakan berjalan lancar.

Namun, insiden terjadi saat tim tengah menyiapkan lubang ketiga yang rencananya digunakan untuk memusnahkan detonator atau perangkat bahan peledak sisa.

“Ketika tim penyusun munisi sedang menyusun detonator di dalam lubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang,” terang Wahyu.

Baca Juga: Pasca Insiden, TNI Terus Sisir Lokasi Ledakan Amunisi di Garut Cari Sisa Peledak

Ledakan itu menyebabkan 13 orang meninggal dunia di lokasi, terdiri atas empat anggota TNI dan sembilan warga sipil.

Hingga kini, investigasi mendalam masih dilakukan oleh TNI bersama pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti insiden.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X