“PPIH menerima permintaan dari Kemenhaj dan syarikah untuk menenangkan jemaah dan menghentikan arus jalan kaki, namun sudah tidak dapat dikendalikan,” imbuhnya.
Dari penuturan Hilman, terungkap bahwa PPIH Arab Saudi menjalin koordinasi darurat dengan Kementerian Haji Saudi untuk segera melakukan intervensi dan mempercepat arus bus ke Muzdalifah.
Baca Juga: 31 Jemaah Haji Indonesia Wafat dan Dimakamkan di Tanah Suci
PPIH juga meminta bantuan logistik dan proteksi jemaah kepada otoritas dan mitra Arab Saudi.
“Alhamdulillah pada pukul 08.50 WAS, empat kontainer bantuan datang di lokasi jemaah haji Indonesia di Muzdalifah,” kata Hilman.
Bantuan logistik yang datang untuk jemaah haji Indonesia di antaranya air minum, makanan ringan, dan payung atau pelindung panas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Saudi yang sangat responsif memberikan dukungan dalam mengatasi situasi dan dinamika di lapangan,” ujarnya.
“Sebagai penanggung jawab Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan jemaah,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Masjid dan Musala Bisa Dapat Bantuan dari Kemenag! Begini Cara Daftar dan Persyaratannya
BAZNAS Riau Distribusikan Bantuan Produktif Melalui UPZ Kemenag
Kemenag Siapkan Layanan Konsultasi Tangani Konflik Keluarga
Kemenag Bentuk Puspenma untuk Kelola Program Beasiswa secara Profesional
Kemenag Segera Cairkan Tunjangan Profesi Guru PAI di Sekolah
Delapan Jemaah Haji Indonesia Wafat, Kemenag Pastikan Hak Ibadah Tetap Dipenuhi
Kemenag Terapkan Skema Tanazul untuk Kurangi Kepadatan Mina, 30 Ribu Jemaah Akan Kembali ke Hotel
Indonesia Dapat Jatah Kuota Haji 221 ribu Orang, Kemenag Ungkap Sudah Memproses 204.770 Jemaah Reguler untuk Operasional Haji Tahun 2025
Pemvisaan Haji 2025 Ditutup: 204.770 Visa Reguler Diproses, Kemenag Maksimalkan Kuota
Ada Jemaah Calon Haji Indonesia yang Tidak akan Mabit di Muzdalifah dan Mina, Bagaimana Hukumnya? Begini Penjelasan Kemenag