Tangan Diborgol, Noel Tetap Senyum dan Acungkan Jempol di Depan Kamera Konferensi Pers OTT KPK

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 17:44 WIB
Momen Noel mengacungkan jempol dan mengepalkan tangan saat konferensi pers KPK, Jumat, 22 Agustus 2025. (Tangkapan layar YouTube KPK)
Momen Noel mengacungkan jempol dan mengepalkan tangan saat konferensi pers KPK, Jumat, 22 Agustus 2025. (Tangkapan layar YouTube KPK)

RIAUMAKMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membeberkan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jumat (22/8/2025).

Dalam momen tersebut, para tersangka dihadirkan mengenakan rompi oranye sebelum penjelasan resmi disampaikan.

Dari 11 orang yang ditampilkan, salah satunya adalah Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel.

Baca Juga: Viral Foto Wamenaker Immanuel Ebenezer Pakai Alat Medis, KPK Ungkap Fakta Sebenarnya

Dengan tangan terborgol, Noel berjalan masuk bersama para tersangka lainnya. Namun, sikapnya justru menjadi sorotan.

Ia sempat beberapa kali mengacungkan jempol ke arah kamera sambil tersenyum.

Tak hanya itu, sebelum meninggalkan ruangan, Noel juga terlihat mengepalkan tangan.

KPK kemudian membeberkan peran Noel dalam perkara ini.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut Noel dianggap mengetahui, membiarkan, bahkan ikut meminta bagian dalam dugaan praktik pemerasan tersebut.

Baca Juga: Noel Ditangkap KPK, Menaker Sebut Semua Pejabat Sudah Teken Pakta Integritas Antikorupsi

“Dia (Noel) punya wewenang mengontrol, tapi setelah mengetahui justru membiarkan bahkan meminta, sehingga fungsi kewenangannya tidak dijalankan,” kata Asep di hadapan wartawan.

Diketahui, operasi senyap KPK dilakukan pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, setelah adanya laporan masyarakat mengenai pungutan liar dalam pengurusan sertifikat K3.

Modus yang dipakai adalah memperlambat, mempersulit, hingga tidak memproses permohonan bila tidak disertai pemberian uang tambahan.

Para tersangka, termasuk Noel, kini tengah menghadapi proses hukum dengan jeratan pasal pemerasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X