Beras Premium Sulit Dicari di Ritel, Satgas Pangan Beberkan Akar Masalahnya

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:35 WIB
Foto ilustrasi beras - Satgas Pangan ungkap ketakutan para produsen beras premium. (Freepik/zirconicusso)
Foto ilustrasi beras - Satgas Pangan ungkap ketakutan para produsen beras premium. (Freepik/zirconicusso)

RIAUMAKMUR.COM - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap penyebab menipisnya stok beras premium di sejumlah ritel belakangan ini.

Bukan karena pihak toko menarik peredaran, melainkan karena produsen beras enggan kembali memasok.

Kepala Satgas Pangan Polri, Helfi Assegaf, menjelaskan bahwa produsen memilih menghabiskan stok yang sudah ada di pasaran tanpa menambah suplai baru.

“Memang ada penurunan (stok beras), otomatis karena informasinya mereka (produsen) melakukan penarikan. Bukan penarikan, tetapi menghabiskan stok yang ada di ritel dan tidak mengisi kembali,” ujarnya saat ditemui di kantor Ombudsman Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Menurut Helfi, alasan utama berhentinya distribusi adalah ketakutan dari pihak produsen sendiri. Mereka khawatir akan dijerat hukum apabila hasil uji laboratorium terhadap beras yang dijual tidak sesuai dengan standar pemerintah untuk kategori beras premium.

“Apa masalahnya, kami dalami kenapa tidak mau mengisi lagi? Mereka bilang ‘Kami takut Pak nanti ditangkap’. Kalau uji lab, sesuai komposisi, kenapa takut?” katanya.

Helfi menegaskan, apabila produsen jujur mencantumkan informasi pada kemasan sesuai kondisi fisik beras, seharusnya tidak ada yang perlu ditakutkan.

“Saya kira kalau kalian sesuai dengan apa yang kamu tempel di label, ya nggak ada masalah, perizinanmu ada, semuanya ada, terus apa masalahnya? Karena kalian takut sendiri menjual yang tidak sesuai komposisi,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar produsen yang khawatir tetap bisa menjual berasnya dalam bentuk curah, asalkan tetap sesuai dengan standar yang berlaku.

Satgas Pangan menegaskan baru akan mengambil langkah hukum jika terbukti ada kecurangan yang dilakukan produsen.

“Kami sudah sampaikan supaya rekan-rekan produsen, distributor bisa menjual beras yang memang sesuai standar komposisi yang tertera di label, artinya mereka menjual dengan komposisi yang dia mau, dengan harga yang sudah diatur ya harusnya isinya juga sesuai,” jelas Helfi.

“Jadi tidak seperti yang kita temukan di lapangan, semua tidak sesuai,” tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X