Baca Juga: Pj Sekda Riau Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Akmal Malik
Usai menemani bapaknya dan melepas rindu, Kang Gepeng pun balik pulang ke Ciamis. Bayangan tentang lahan yang luas di daerah transmigrasi menggodanya terus. Kebun yang terhampar menyediakan diri untuk diolah oleh tangan kreatif.
Pikiran ini terus membayangi hingga Kang Gepeng memberanikan diri untuk bermusyawarah dengan keluarganya. Ia memutuskan akan pindah ke Boalemo secara bertahap.
Awalnya Kang Gepeng pindah hanya dengan membawa satu anak. Setelah semua dirasakan aman dan keluarganya mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru, hingga pada Oktober 2010 semua anggota keluarganya pun diboyong ke Tamilo.
Baca Juga: Sudah 90 Persen Lebih, Penetapan NIP PPPK Pemprov Riau Tahun 2023 Hampir Rampung
Kang Gepeng bersama keluarganya membabat alang-alang di kebun yang sudah lama tidak digarap. Lahan itu ia tanami cokelat, jagung, dan tanaman hortikultura lainnya.
“Cokelat ini tanaman tahunan, panennya masih jauh. Tapi kami sudah menyiapkan dari sekarang sebagai tabungan masa depan,” ungkap Kang Gepeng.
Ia mengambil bibit cokelat dari petani di Desa Dimito yang punya sejarah sukses membudidayakan tanaman cokelat, sebanyak 250 bibit ditanam pada waktu itu. Semangat untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik memacu produktivtas Kang Gepeng dan keluarga.
Ternyata jumlah bibit cokelat tersebut masih kurang. Ia pun menambah jumlahnya hingga mencapai 800 pohon untuk mengisi ladang seluas 1 ha.
Setelah menanti empat tahun, tanaman cokelat mulai belajar berbuah. Pelan-pelan Kang Gepeng merasakan manfaat buah cokelat. Dari tanaman tersebut, Kang Gepeng mampu menghidupi anak-istrinya. Buah cokelat dijual kepada tengkulak yang rutin datang setiap hari Selasa malam.
Pelan-pelan ekonomi keluarga Kang Gepeng membaik. Sebagian hasil panennya disimpan. Kelebihan pendapatannya itu ada yang dibelikan sebidang sawah seluas satu pantango (seperempat hektare) di kawasan Tangga Dua yang masih wilayah Desa Saritani.
“Saat panen padi kami merasa bangga, dapat makan dari hasil tanaman sendiri. Biasanya hasil dari jagung dan cokelat dibelikan beras. Alhamdulillah,” tutur Kang Gepeng.
Kang Gepeng menjaga ladang jagung setiap hari, siang dan malam. Di kebun jagungnya, satwa liar tak pernah berhenti singgah. Jika malam, babi hutan yang datang. Saat pagi hingga sore, gerombolan monyet yang datang.